Showing posts with label 2018 at 11:29PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:29PM. Show all posts

Sunday, December 16, 2018

DBL Indonesia Luncurkan AZA 6

Sepatu dengan harga terjangkau sehingga lebih banyak anak Indonesia bermain basket.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DBL Indonesia tak berhenti mengembangkan olahraga basket di tingkat akar rumput dengan menggelar kompetisi pelajar di Tanah Air. Pengelola event olahraga dan hiburan ini berkolaborasi dengan produsen sepatu asal Surabaya, Ardiles untuk melahirkan sepatu basket berkualitas dan berharga murah bernama AZA 6.

Sepatu ini merupakan kelanjutan dari komitmen DBL untuk menghadirkan sepatu dengan harga terjangkau sehingga lebih banyak anak Indonesia bermain basket. Setelah empat edisi bekerja sama dengan League, DBL kemudian bekerja sama dengan Ardiles.

”Harganya harus terjangkau. Tetap di bawah Rp 500 ribu. Bahkan, semua sepatu kolaborasi DBL Indonesia dan Ardiles harganya harus di bawah Rp 500 ribu. Agar industri olahraga Indonesia bisa mendorong partisipasi olahraga di negeri sendiri,” ujar Azrul Ananda, CEO & Founder DBL Indonesia, dalam keterangan kepada Republika.co.id, Ahad (16/12).

Selain harga terjangkau, lanjut Azrul, kualitas dan wearability-nya AZA 6 ini naik kelas dibandingkan edisi sebelumnya. AZA 6 memiliki fungsi ekstra sebagai sepatu sehari-hari.

”Karena bagaimana pun, tidak semua orang bisa atau mampu membeli lebih dari satu sepatu,” ungkap Azrul.

Dari sisi tampilan, AZA 6 ini hadir sekaligus menyempurnakan seri terdahulu, yaitu AZA 5. Paduan warna hitam dan emas membuat sepatu ini memiliki nilai esklusif bagi pemakainya. Tidak ada lagi warna kuning pada bagian sol samping yang kini sudah melebur dalam warna hitam. Tali sepatu pun tampak lebih atraktif dengan tenunan benang nilon emas.

Pemilihan warna full hitam ini menjadi solusi bagi pelajar yang ingin tampil lebih rapih dan bersih saat sekolah. Juga cocok untuk dipakai kuliah atau bekerja.

Sepatu AZA 6 ini dirilis dengan harga Rp 428 ribu. Sepatu ini bisa dibeli langsung di berbagai kota di Tanah Air mulai 5 Januari 2019.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LrmIi5
December 16, 2018 at 11:29PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LrmIi5
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Emil Minta Pimpinan Daerah Jalankan Pola Birokrasi Dinamis

Dalam birokrasi yang dinamis setiap program tidak harus didorong oleh dana APBD.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, menginginkan pimpinan daerah di Jabar menjalankan pola birokrasi baru yang lebih dinamis. Dengan pola itu, mereka diajak maju bersama-sama.

"Mari kita maju bersama-sama," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu, di hadapan para pimpinan daerah se-Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), Kamis (22/11). Dia berbicara dalam acara Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Umum, Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat (Kopdar GWPP), di Kota Cirebon.

Emil mengatakan, dalam paradigma birokrasi yang dinamis, setiap program tidak harus didorong oleh dana APBD melainkan bisa mencari sumber lain. Dia mencontohkan, program Satu Desa Satu Penghafal Alquran (hafidz) di Jabar, dibiayai oleh salah satu bank syariah.

Saat ini pun, lanjut Emil, Jabar sudah menandatangani kerja sama dengan 30 BUMN. Forum BUMN itu nantinya akan membiayai sejumlah program yang sudah dirancang di Jabar.

Untuk itu, Emil pun memerintahkan kepada kepala daerah di Jabar, termasuk di Ciayumajakuning, untuk segera membentuk forum CSR di daerah masing-masing. Hal itu guna mendorong pembangunan di masing-masing daerah agar tak selalu mengandalkan APBD.

Selain itu, Emil pun memerintahkan para pimpinan daerah untuk membentuk tim akselerasi untuk mengoneksikan sejumlah program yang belum bisa dijangkau oleh sistem birokrasi yang lama. Tim tersebut bisa diisi oleh orang-orang pintar, baik secara akademik maupun non-akademik.

"Pimpinan daerah juga mesti membuat  buku berbagai kebutuhan infrastruktur di daerah masing-masing," tegas Emil.

Emil menambahkan, selama lima tahun ke depan, Pemprov Jabar juga akan memberikan sejumlah hibah kepada pemerintah daerah. Di antaranya hibah pariwisata, yaitu untuk memperbaiki akses atau membuat lokasi wisata dengan anggaran antara Rp 40 hingga 80 miliar.

"Jadi target lima tahun mendatang, akan ada 27 destinasi wisata di Jabar," tukas Emil.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, mengapresiasi adanya Kopdar GWPP yang membantu Pemda dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di daerah.

"Semoga hasilnya positif dan potensi Ciayumajakuning semakin berkembang," tandas Dedi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TBp15G
November 22, 2018 at 11:29PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TBp15G
via IFTTT
Share: