Showing posts with label April 05. Show all posts
Showing posts with label April 05. Show all posts

Friday, April 5, 2019

Siapa Golongan yang Dibenci Allah?

Ada empat macam golongan yang dibenci Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Mulyana

Adalah sunatullah bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini selalu berpasangan. Di satu sisi ada orang yang bergelut dengan kemiskinan, tapi di sisi lain ada golongan yang hidup dalam kelebihan harta. Ada pula orang-orang yang hidupnya selalu diliputi dengan keberkahan dan kasih sayang Allah, namun di sisi lain ada orang-orang yang selalu hidup dalam kemurkaan dan dibenci Allah.

Orang-orang yang hidup dalam kebencian Allah pada dasarnya disebabkan oleh perilaku mereka yang mengundang kemurkaan Allah. Rasulullah SAW menjelaskan, "Empat macam orang yang dibenci Allah, yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang sombong, orang yang sudah tua suka melacur, dan pemimpin yang durhaka." (HR Nasa'i dari Abu Hurairah).

Hadis di atas memberikan penjelasan yang gamblang bahwa ada empat perilaku yang dapat menggelincirkan manusia masuk ke dalam golongan orang-orang yang dibenci Allah.

Pertama, penjual yang suka bersumpah. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah para penjual yang sering bersumpah palsu dengan tujuan untuk melariskan atau meningkatkan keuntungan. Rasulullah telah memperingatkan berkaitan dengan perilaku ini dalam sabdanya, ''Bersumpah untuk melariskan barang dagangannya adalah merusak keberkahan dan keuntungan.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, orang miskin yang sombong. Dalam konteks ini maksudnya adalah orang yang miskin secara kehidupan, tetapi ia tidak mau berdoa kepada Allah, tidak berusaha, dan bahkan malah bergaya seperti orang yang kaya serta sombong kepada sesamanya.

Berkaitan dengan sifat sombong, Allah memperingatkan, ''Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.'' (QS 17: 37). Dalam ayat lainnya Allah menegaskan, ''Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.'' (QS 31: 18).

Ketiga, orang yang sudah tua tetapi suka melacur. Orang yang sudah tua seharusnya mulai berpikir dan menyiapkan diri menjemput kematian. Dan, bukan justru semakin bermaksiat kepada Allah, seperti melakukan perzinahan. Inilah sebab mengapa orang-orang seperti ini Allah benci.

Keempat, pemimpin yang durhaka. Pemimpin yang durhaka dalam konteks ini maksudnya adalah pemimpin yang memanfaatkan wewenang dan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Mereka sibuk melakukan praktik 'dagang sapi' untuk dapat melanggengkan kekuasaan dan melakukan korupsi secara bersama-sama.

Rakyat yang mereka pimpin hanya dijadikan objek untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Rakyat hanya dijadikan simbol untuk melegitimasi perilaku buruk mereka. Akibatnya, kehidupan rakyat jauh dari mencukupi, dan bahkan berada di bawah garis kemiskinan.

Semoga Allah selalu melindungi kita sehingga tidak terjerumus kepada empat perilaku tadi. Wallahu a'lam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VqrCQe
April 05, 2019 at 08:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VqrCQe
via IFTTT
Share:

Bawaslu: Dari Sembilan Kasus Politik Uang, Terbanyak di DKI

Rata-rata pelaku politik uang adalah anggota DPR, DPRD, dan DPD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwakilan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), Bachtiar mengatakan, Bawaslu telah memproses sembilan kasus politik uang. Kesembilan kasus tersebut telah diputuskan. Dari kasus tersebut, paling banyak terjadi di DKI Jakarta, Jumat (5/4).

"Kesembilan putusan tersebut dipidana dengan hukuman yang beragam, mulai dari enam, empat, tiga, dan dua bulan. Rata-rata pelakunya adalah anggota DPR, DPRD, dan DPD. Ada pula dari pelaksana kampanye satu orang," kata Bachtiar.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Diskusi "Mengawal Integritas Pemilu" yang diselenggarakan oleh Setara Institute. Diskusi tersebut digelar di Hotel Ashley, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian, Bachtiar menuturkan, Bawaslu memiliki fokus perhatian masalah politik uang, khususnya dalam hal penerimaan dana kampanye yang melebihi batas. Selain itu, Bawaslu juga melakukan pengawasan terhadap sumber dana kampanye yang dilarang, seperti aliran dana dari luar negeri.

Di sisi lain. Berkaitan dengan politik uang. Bahctiar menambahkan, adanya celah dalam aturan perundang-undangan masalah politik uang. Sehingga menimbulkan multi tafsir.

Ia kemudian membandingkan, dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, pihak yang dapat dikenakan hukuman adalah pelaku pemberi uang saja. Sedangkan penerima uang tersebut tidak mendapatkan sanksi.

Sementara, mengacu pada Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, pemberi dan penerima uang dapat dikenakan sanksi. Menurut Bachtiar, peraturan seperti itulah yang menyulitkan gerak Bawaslu.

Sebagaimana dalam UU Pemil, Bawaslu ditugaskan untuk mencegah terjadinya politik uang. Hal itu diatur dalam pasal 93 huruf e.

Dalam undang-undang tersebut juga diatur masalah sumber dana kampanye yang dilarang. Pasal 339 menyebutkan, "Sumber dana kampanye yang dilarang adalah pihak asing; penyumbang yang tidak jelas identitasnya; hasil tindak pidana; pemerintah, baik pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik daerah; serta pemerintah desa dan badan usaha milik desa".

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FPU0Vp
April 05, 2019 at 08:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FPU0Vp
via IFTTT
Share:

Jalan Rusak di Tepi Flyover Pramuka tak Kunjung Diperbaiki

Kondisi jalan rusak di tepi Flyover Pramuka sering menyebabkan kemacetan

Seingat penulis jalan rusak di dekat Flyover Pramuka, Jakarta Timur sudah cukup lama dibiarkan. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan para pengendara yang melintasi jalur tersebut. 

Akibat rusaknya jalan tersebut, sering sekali terjadi kemacetan. Apalagi ketika memasuki waktu sibuk seperti pagi dan sore hari. Karenan kendaraan-kendaraan mengurangi kecepatan laju kendaraan mereka. Jalan inipun merupakan akses penting bagi warga Jakarta.

Kepada pemerintah DKI Jakarta, saya berharap semoga jalan ini segera diperbaiki biar tidak semakin parah dan tidak macet serta agar tidak membahayakan pengendara lainnya yang melintas.

Pengirim: Muhammad Tiarso Baharizqi

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FRRIFp
April 05, 2019 at 08:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FRRIFp
via IFTTT
Share:

Survei BPI: Elektabilitas Prabowo-Sandi Susul Jokowi-Maruf

Survei Bimata Politica Indonesia (BPI) digelar pada 23-29 Maret 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Lembaga survei Bimata Politica Indonesia (BPI) melalukan survei jelang hari pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hasilnya, pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 menyusul elektabilitas capres dan cawapres nomor urut 01

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha dalam siaran persnya mengatakan dari hasil survei yang dilakukan pada 23-29 Maret 2019, posisi elektabilitas Jokowi-Maruf berada di angka 36,30 persen. Sementara Prabowo-Sandi berada jauh di atas dengan perolehan 55,19 persen. Sementara itu 8,51 persen tidak menjawab atau belum menentukan pilihan.

Panji mengungkapkan, bahwa isu-isu netralitas aparat negara, korupsi di pemerintahan atau partai pendukung Jokowi yang membuat elektabilitasnya turun signifikan. Perubahan elektabilitas kedua kandidat dalam sebulan terakhir bahkan hari-hari terakhir sebelum pemilihan, cenderung sangat dinamis dan mengikuti isu per isu.

"Kalau kandidat satu pihak pendukungnya korupsi, langsung berdampak pada menurunnya angka elektabilitas bahkan tidak menutup kemungkinan kandidat lainnya mendapatkan limpahan suara,” kata Panji, Jumat (5/4).

Panji menambahkan, Jokowi kehilangan banyak potensi suara dari generasi muda. Hal ini disebabkan isu ketidaknetralan aparat negara dan penggunaan perangkat pemerintahan yang bahkan dinilai mirip seperti saat rezim Orde Baru berkuasa.

Menurutnya, dari sisi demografi, anak-anak muda mulai meninggalkan Jokowi karena menilai pendukungnya selalu meneriakkan Orde Baru ada di kubu sebelah. Namun, isu-isu pemanfaatan aparat dan perangkat negara dalam upaya mempertahankan kekuasaan seperti Orde Baru dilakukan oknum-oknum di pemerintahannya.

"Belum lagi isu korupsi, belum terungkapnya penyerang Novel Baswedan, pendukungnya ada yang di-OTT KPK dan sebagainya,” ujarnya.

Jumlah responden yang mengikuti survei BPI terdiri dari 1.022 responden dan mewakili 34 provinsi di Indonesia. Responden kemudian dipilih secara acak bertingkat selanjutnya digunakan metode pengumpulan data dengan wawancara tatap muka dan kuisioner dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,062 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UitE8S
April 05, 2019 at 08:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UitE8S
via IFTTT
Share:

Donita Berbagi Tips Pengasuhan

Donita mengatakan pengasuhan anak tidak bisa disamaratakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua tahun cuti dari industri hiburan Tanah Air, aktris Donita (30) menemukan cara khas dalam mengasuh anak. Ia telah mengenali karakter tiap anaknya.

Donita mengatakan orang tua tidak bisa memperlakukan anak seperti persepsi orang lain. Pengasuhan yang disarankan orang lain belum tentu cocok diterapkan ke semua anak.

"Misalkan, ada orang yang suka bilang yang bagus itu begini. Tapi, cocok buat dia belum tentu cocok buat anak kita,” ujar Donita dalam kunjungan media promosi film "Rumput Tetangga" di Kantor Berita Antara, Jumat.

Setiap ibu, menurut Donita, pasti ingin memberikan pengasuhan yang terbaik untuk anak mereka. Istri presenter Adi Nugroho itu menyarankan para ibu untuk melakukan yang terbaik menurut diri sendiri.

Namun, Donita mengaku banyak membaca buku untuk memperkaya ilmu pengasuhan anak dan mendapatkan rujukan yang memadai. Ia juga kerap bertanya kepada para ahli.

"Kalau ketemu dokter, biasanya aku enggak berhenti tanya,” kata ibu dua orang anak itu.

Donita kembali ke layar lebar dengan film terbaru Rumput Tetangga setelah dua tahun lepas dari industri yang membesarkan namanya itu. Aktris yang terkenal selepas membintangi sinetron Cinta Fitri itu mengaku kembali bermain film setelah yakin dapat membagi waktu dengan anak-anaknya.

“Aku kemarin-kemarin merasa belum sanggup. Di (film) ini, aku masih bisa ngurus anak karena kalau syuting sampai pagi, besok enggak syuting,” ujar Donita.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FTNixS
April 05, 2019 at 08:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FTNixS
via IFTTT
Share:

Niat dan Kedudukannya dalam Islam

Niat yang tertinggi kualitasnya disebut sebagai ikhlas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Niat terletak di dalam hati. Niat seringkali tidak terdeteksi melalui rupa atau lisan. Yang pasti, Allah SWT Mahamengetahui apa-apa yang terbersit dalam hati dan pikiran manusia.

Di antara banyak hadis, terdapat satu yang menyinggung soal keutamaan niat. Dari Umar bin Khaththab RA, Rasulullah SAW bersabda, "Segala amal perbuatan bergantung pada niat dan setiap orang akan memperoleh pahala sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa yang berhijrah dengan niat mencari keuntungan duniawi atau untuk mengawini seorang perempuan, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niatnya itu". (HR. Bukhari)

Penjelasannya, Rasulullah SAW mengucapkan hadis ini ketika beliau hijrah ke Yatsrib atau Madinah. Saat itu, tersiar informasi bahwa ada seseorang yang ikut berhijrah karena mengejar wanita tunangannya. Nama wanita itu Ummul Qais. Sehingga pada waktu itu terkenal sebuah istilah muhajjir Ummul Qais atau yang berhijrah karena Ummul Qais. Niat biasanya diartikan sebagai getaran batin untuk menentukan jenis ibadah yang kita lakukan.

Contoh, kalau kita melakukan shalat pukul 05.30, ada beberapa kemungkinan; shalat Syukrul Wudhu, shalat Tahiyatul Masjid, shalat Fajar, Istikharah, atau shalat Shubuh. Setidaknya ada enam kemungkinan. Kita lihat semuanya sama, gerakannya sama, bacaannya sama, rakaatnya sama, tapi ada satu yang membedakannya yaitu niat. Masalah niat termasuk salah satu masalah yang mendapatkan perhatian "serius" dalam kajian Islam.

Niat dibahas panjang lebar baik itu dalam ilmu fikih, ushul fikih, maupun akhlak. Dalam ilmu fikih, niat ditempatkan sebagai rukun pertama dari rangkaian ibadah, seperti dalam shalat, zakat, puasa, maupun ibadah haji. Niat dalam ushul fikih biasanya dijadikan salah satu faktor yang menentukan status hukum suatu perbuatan. Nikah adalah salah satu contohnya. Ia bisa berstatus wajib, haram, dan sunnat, tergantung pada niat dari nikah tersebut.

Begitu pula ketika seseorang memakai gelar haji setelah pulang dari Makkah, hukumnya bisa wajib, bisa sunnat, bahkan haram. Tingkatannya sangat tergantung pada niat untuk apa ia memakai gelar haji tersebut. Niat dalam sudut pandang akhlak pengertiannya lebih menunjukkan getaran batin yang menentukan kuantitas sebuah amal. Shalat yang kita lakukan dengan jumlah rakaat yang sama, waktu yang sama, dan bacaan yang sama, penilaian bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya tergantung kualitas niatnya.

Niat yang tertinggi kualitasnya disebut ikhlas; sedangkan niat yang paling rendah kualitasnya disebut riya atau sum'ah, yaitu beribadah karena mengharapkan sesuatu selain keridhaan Allah. Rasulullah SAW pernah menyampaikan kekhawatiran tentang sesuatu yang di kemudian hari bisa menjangkiti umatnya. Beliau bersabda, "Sesungguhnya ada sesuatu yang aku takutkan di antara sesuatu yang paling aku takutkan menimpa umatku kelak, yaitu syirik kecil.

Para sahabat bertanya, 'Apakah syirik kecil itu?' Beliau menjawab, riya. Dalam sebuah hadis diceritakan pula bahwa di akhirat kelak akan ada sekelompok orang yang mengeluh, merangkak, dan menangis. Mereka berkata, "Ya Allah di dunia kami rajin melakukan shalat, tapi kami dicatat sebagai orang yang tidak mau melakukan shalat".

Para malaikat menjawab, 'Tidakkah kalian ingat pada waktu kalian melakukan shalat kalian bukan mengharap ridha Allah, tapi kalian mengharap pujian dari manusia, kalau itu yang kalian cari, maka carilah manusia yang kau harapkan pujiannya itu." Jelaslah, bahwa kualitas sebuah amal berbanding lurus dengan kualitas niat yang melatarbelakanginya.

Bila niat kita lurus, maka lurus pula amal kita. Tetapi bila niat kita bengkok, maka amal kita pun akan bengkok. Agar niat kita senantiasa lurus dan ikhlas, alangkah baiknya apabila kita menghayati kembali janji-janji yang selalu kita ucapkan saat shalat, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah seru sekalian alam".

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KjuMEi
April 05, 2019 at 07:59PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KjuMEi
via IFTTT
Share:

Ayo, Nonton Bareng Suara April!

Film Suara April mengajak milenial menggunakan hak pilihnya pada 17 April.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum tergerak untuk ikut mencoblos pada 17 April nanti? Cobalah untuk menonton Suara April.

Siapa tahu, selepas menontonnya, hati pun berkenan untuk menyalurkan hak pilih. Bisa ditonton di mana saja film Suara April?

Mulai 8-15 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar nonton bareng Suara Apri di bioskop di 32 kota besar di Indonesia. Film ini sengaja diputar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

"Substansi film ini kita ingin membangun kesadaran bersama pemilu damai, ajakan menggunakan hak pilih, pendidikan pemilih toleransi, dan melawan politik uang," ujar Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di Jakarta, Jumat.

Nobar akan digelar di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Tanjung Pinang, Jambi, Lampung, Kupang, Padang, Bengkulu, Denpasar, dan Makassar. Warga Pekanbaru, Palembang, Pangkal Pinang, Kendari, Ambon, Jayapura, Bintaro, Serpong, Palangkaraya, Mamuju, Medan, Gorontalo, Manado, Mataram, dan Pontianak juga bisa menyaksikannya di bioskop.

Film Suara April yang diproduksi atas kerja sama KPU dan produser Darius Sinathrya itu terinspirasi dari perjuangan relawan dalam pendidikan pemilih di masyarakat. Film dengan durasi 90 menit itu disebutnya menyajikan konten dan visual yang dekat dengan masyarakat dan tidak hanya berkaitan dengan Pemilu 2019 saja.

"Film ini bisa juga untuk persiapan pemilu serentak pada 2024. Film ini tidak lekang zaman karena pesan utama relevan dengan pemilih," tutur Wahyu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UszCDn
April 05, 2019 at 07:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UszCDn
via IFTTT
Share:

Islam Memandang Takdir, Qada, dan Qadar

Seluruh alam semesta berada di bawah kekuasaan dan kehendak mutlak-Nya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Secara umum, takdir diartikan sebagai putusan Allah SWT yang berlaku bagi seluruh mahluk-Nya, termasuk manusia. Berlakunya takdir atas dasar keyakinan akan adanya kekuasaan dan kehendak mutlak Sang Pencipta serta status manusia sebagai makhluk.

Menurut golongan Asy'ariyah, Tuhan berkuasa dan berkehendak mutlak. Seluruh alam semesta berada di bawah kekuasaan dan kehendak mutlak-Nya.

Manusia yang merupakan bagian dari alam ini juga berada di bawah kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan. Dalam menjelaskan kemutlakan Tuhan ini, Abu Hasan al-Asy'ary dalam kitab al-Ibanah an Usul ad-Dinayah (Uraian tentang Prinsip-Prinsip Agama) menyatakan bahwa Tuhan tidak tunduk kepada siapapun; di atas Tuhan tidak ada suatu zat lain yang dapat membuat hukum dan dapat menentukan apa yang boleh dibuat oleh Tuhan dan apa yang tidak boleh dibuat.

Golongan Asy'ariyah membahas masalah takdir dalam kaitannya dengan qada, yang berarti 'jangka atau ukuran.' Bagi golongan ini qada merupakan ketentuan Tuhan yang didalamnya terdapat iradah-Nya untuk segala mahluk.

Sementara, qadar merupakan perwujudan dari ketentuan yang ada, yang tidak berubah sedikit pun. Karena qada, maka kehidupan manusia pada dasarnya adalah realisasi dari apa yang telah digariskan Tuhan pada azali (sejak permulaan zaman) baik di kehidupan yang menyangkut hal-hal baik maupun hal-hal jelek, beruntung atau rugi, senang atau menderita, dan lain sebagainya.

Semuanya dijalani manusia sejak dia lahir hingga menghembuskan nafas terakhir. Adapun wujud qada atau ketentuan-ketentuan tersebut dalam bentuk yang sesuai dengan iradah Tuhan itu disebut qadar. Muhammad Abdul Karim Syahristani mengatakan bahwa semua nasib manusia telah ditetapkan tuhan sejak azali dan tertulis di Lauh Mahfuz (catatan tentang ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT). Semua itu akan terwujud sesuai dengan ketentuan yang telah ada, tanpa ada perubahan atau pergantian sedikit pun.

Sementara al-Ghazali mengatakan tidaklah akan terjadi pada alam nyata dan alam gaib, sedikit atau banyak, kecil atau besar, baik atau jelek, manfaat atau mudharat, iman atau kufur, pandai atau bodoh, beruntung atau rugi, bertambah atau berkurang, taat atau maksiat, kecuali dengan qada dan qadar Allah SWT. Hal tersebut karena hidup dan kehidupan manusia itu telah ditentukan Tuhan sejak azali dan ia hanya tinggal menjalaninya saja. Dalam hal ini al-Asy'ari mengutip sebiah hadist di dalam kitabnya, al-Ibanah, yang artinya "sesungguhnya seorang kamu telah dikumpulkan kejadiannya di dalam perut ibumu 40 hari.

Kemudian, masih berada di sana dalam bentuk segumpal daging. Setelah itu, Allah mengutus seorang malaikat yang diperintahkan untuk menulis empat kalimat, yaitu tentang ajalnya, rezekinya, pekerjaannya dan kesenangan atau kebahagiaannya. Kemudian ditiupkan kepadanya roh." (HR Bukhari Muslim, Abu Dawud, at-Tarmizi dan Ibnu Majah). Walaupun ajaran tentang takdir (qada dan qadar) ini tidak dikemukakan secara tegas dalam Alquran, tetapi dalam hadis banyak dijelaskan.

Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Umar bin Khattab, pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW yang kemudian ternyata orang itu adalah Malaikat Jibril. Ia menanyakan arti iman, Islam, dan ihsan. Di dalam dialog antara Rasulullah dan Malaikat Jibril itu, Rasul memberikan pengertian tentang iman yang artinya, "Iman ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta engkau beriman kepada qadar (ketentuan Tuhan) baik dan buruk."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G1OkZN
April 05, 2019 at 07:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G1OkZN
via IFTTT
Share:

Proses Naturalisasi Fabiano Beltrame Hampir Rampung

Fabiano hanya tinggal menunggu panggilan untuk menjalani sumpah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemain belakang Persib Bandung Fabiano Beltrame selangkah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Saat ini, Fabiano hanya tinggal menunggu panggilan untuk menjalani sumpah.

"Mungkin pekan depan bisa selesai. Pekan lalu mereka minta surat kenal lahir karena nama kota beda dari tulisan di Indonesia," kata Fabiano di Lapangan Saraga, Kota Bandung, Jumat (5/4).

Dia memastikan sudah menjadi WNI sebelum Liga 1 dimulai. Karena dia yakin proses dan kelengkapannya sudah selesai dia lakukan.

"Semua yang perlu saya lakukan sudah atur-atur, ini hampir bulan keempat, saya pikir harus selesai," kata dia.

Dia menyebut hal yang pertama kali akan dia lakukan saat menjadi WNI adalah merasakan menjadi bagian dari timnas. Dia mengakui cita-citanya adalah menjadi pemain timnas.

"Kalau saya bisa jadi timnas itu bisa jadi kebanggaan untuk saya dan keluarga. Mereka bisa datang untuk melihat pertandingan saya," ujar dia.

Fabiano mengakui orang yang paling tidak sabar menjadi WNI adalah anaknya. Menurutnya, anaknya kandungnya mencintai Indonesia karena sudah 14 tahun tinggal di sini.

"Saya sudah jadi orang Indonesia, anak saya hidupnya selalu di Indonesia. Dia lancar Berbahasa Indonesia, tinggal di sini tidak ada masalah," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CX8UbW
April 05, 2019 at 07:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CX8UbW
via IFTTT
Share:

Anjuran Memperbanyak Bertasbih

Allah SWT merupakan sumber pujian yang teragung.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arif Khairil Anam

Allah SWT berfirman, artinya, "Langit yang tujuh, lalu bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Tak ada suatu makhluk pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kebanyakan kalian tidak mampu memahami bentuk tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.'' (QS al-Isra: 44).

Tasbih, tahmid, dan tahlil, adalah bentuk-bentuk pujian yang diajarkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya agar mereka memahami hakikat kedirian. Allah SWT adalah sumber pujian sejati.

Dalam kehidupan sehari-hari, saling puji-memuji di antara manusia merupakan fenomena yang biasa terlihat. Rasulullah SAW sendiri dalam beberapa kesempatan juga sering memuji para sahabatnya dengan berbagai macam gelar yang menandakan kelebihan yang mereka miliki.

Abu Bakar, misalnya, digelari oleh Nabi SAW sebagai sosok yang paling dermawan dan lapang dada. ''Sesungguhnya manusia yang paling dermawan dalam masalah harta, dan lapang dada dalam pergaulan adalah Abu Bakar. Jika aku ingin mengambil seseorang sebagai teman dekatku, maka aku pasti akan memilih Abu Bakar.'' (HR Muslim).

Kemudian, kedudukan Ali bin Abu Thalib di sisi Rasulullah SAW laksana Nabi Harun di sisi Nabi Musa. ''Wahai Ali, sesungguhnya kedudukanmu di sisi saya adalah laksana Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi lagi setelah saya.'' (HR Muslim).

Abu Ubaidah bin al-Jarrah juga dipuji Nabi SAW sebagai seorang yang tepercaya. "Sesungguhnya pada setiap umat ada seseorang yang tepercaya. Dan ketahuilah, orang yang tepercaya di kalangan kita adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah." (HR Muslim).

Pujian yang disematkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya adalah menandakan penghargaan yang tinggi terhadap jasa-jasa mereka bagi perjuangan dakwah Islam. Pujian beliau bukan karena kedekatan atau untuk meninggikan beberapa sahabatnya dibandingkan dengan yang lain.

Allah SWT merupakan sumber pujian yang teragung. Setiap selesai shalat, Nabi SAW mengajarkan wirid yang salah satunya adalah tasbih. Memuji Allah adalah simbol kesadaran akan kelemahan dan kekurangan yang dimiliki oleh seorang hamba. Hamba yang tidak memuji Allah SWT, adalah hamba yang tak tahu diri, merasa bahwa potensi dirinya lahir dari usaha pengolahan sendiri, bukan karena pemberian Allah. Na'udzu billah min dzalik.

Dengan memperbanyak pujian kepada Allah, sebetulnya kita dilatih untuk menyadari posisi dan peran kita di kancah alam dunia. Kita terkadang mendapat pujian dari orang lain, lalu lupa diri sehingga berujung kesombongan. Dengan makin banyak memuji Allah, kita dituntun untuk menyadari bahwa kelebihan yang kita miliki sejatinya adalah pemberian Allah.

Segala kelebihan yang kita miliki, dan itu menjadikan kita dipuji orang lain, sejatinya adalah anugerah tak terhingga yang Allah berikan kepada kita. Semakin banyak memuji Allah, semakin tinggi pula kesadaran kita sebagai makhluk di hadapan Khaliq.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D07SvF
April 05, 2019 at 07:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D07SvF
via IFTTT
Share:

Titi Kamal Kepo dengan Kehidupan Kylie Jenner

Kylie Jenner menjadi miliarder termuda pada usia 21 karena berbisnis kosmetik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Titi Kamal mengaku penasaran dengan kehidupan bintang Hollywood Kylie Jenner. Dia mengetahui Kylie menjadi miliarder karena bisnis kosmetiknya.

"Cuma kepo aja, pengen jadi kayak Kylie Jenner, kayaknya enak bisa kemana-mana," ujar Titi dalam kunjungan media promosi film Rumput Tetangga di Kantor Berita Antara, Jumat.

Titi mengaku penasaran dengan kehidupan bungsu dari keluarga Kardashian-Jenner itu karena ia juga menjalankan bisnis kosmetik dengan merek Kamalia Beauty. Kylie menjadi miliarder termuda pada usia 21 tahun karena menjual produk-produk kosmetik.

Keingintahuan Titi tentang Kylie itu menyerupai keinginan tokoh Kirana yang diperankannya dalam Rumput Tetangga untuk menjadi sosok lain. Kirana, yang menjadi ibu rumah tangga, ingin "mencicipi" kehidupan sebagai wanita kareir yang sukses.

Rumput Tetangga bercerita tentang Kirana (Titi Kamal) seorang ibu dua anak yang semasa SMA adalah perempuan yang aktif dalam kegiatan sekolah, popular, dan juga memiliki prestasi yang baik. Semua orang berpikir jika nantinya dia akan menjadi wanita karier yang sukses, namun ia kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga.

Kirana berhadapan dengan sahabatnya, Diana (Donita), yang menjalani hidup impiannya sebagai perempuan kareir yang perfeksionis. Sementara bagi Donita, pepatah rumput tetangga lebih hijau justru terasa ketika melihat perkembangan anak orang lain yang tampak lebih baik dibanding buah hatinya..

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VnwJko
April 05, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VnwJko
via IFTTT
Share:

Keutamaan Merindukan Datangnya Bulan Ramadhan

Rasulullah SAW biasa melakukan tarhib atau merindukan kedatangan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ahmad Kusyairi Suhail

Kata tarhib berasal dari kata rahhaba, yurahhibu, tarhiiban yang berarti 'melapangkan dada', 'menyambut dengan mesra serta senang hati.' Dalam konteks ini, tarhib alias menyambut bahagia kedatangan bulan suci Ramadhan termasuk tuntunan iman yang sejati. Sebab, Rasulullah SAW biasa melakukannya.

Bahkan, Nabi SAW telah men-tarhib Ramadhan dua bulan sebelumnya. Sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik RA, ketika memasuki bulan Rajab Nabi SAW berdoa, "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan." (HR Imam Ahmad dan Ath Thabrani).

Hal ini penting guna menanamkan kerinduan kepada Ramadhan sekaligus sebagai upaya persiapan mental (tahyi'ah nafsiyah), spiritual (tahyi'ah ruhiyah) dan intelektual (tahyi'ah fikriyah).

Tanpa persiapan mental, spiritual, dan intelektual, puasa Ramadhan hanya akan menjadi kegiatan ritual keagamaan tahunan tanpa makna, tanpa pahala dan tidak mampu memberikan pengaruh positif bagi kehidupan. Perhatikan sabda Nabi SAW, "Berapa banyak orang yang puasa tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga." (HR An Nasa'i dan Ibnu Majah).

Sebaliknya, dengan persiapan dan perbekalan yang maksimal akan mampu meraih sukses Ramadhan secara optimal. Untuk itu, di hari terakhir Sya'ban, Rasulullah SAW kembali mengkondisikan umatnya dengan menyampaikan pidato 'kenegaraan' menyambut Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan-keutamaannya.

"Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib dan qiyamul lail-nya sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan kewajiban, makan seperti mengerjakan 70 kewajiban di bulan lain.

Ramadhan adalah bulan sabar, dan sabar itu balasannya surga. Ramadhan bulan solidaritas dan bulan ditambahkan rizki orang mukmin. Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi sedikit pun pahalanya."

Kami (para sahabat) berkata, ''Ya Rasulullah, tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa.'' Rasulullah SAW bersabda, ''Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa meskipun hanya dengan seteguk susu atau satu biji kurma atau seteguk air. Barangsiapa yang membuat kenyang orang berpuasa, maka Allah akan memberikan minum dari telagaku (Nabi SAW) satu kali minuman yang tidak akan pernah membuatnya haus sampai ia masuk surga.'' (HR Ibnu Huzaimah, Al Baihaqi).

Semoga puasa Ramadhan kita tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya sehingga menjadi momentum perubahan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa. Semoga Ramadhan ini juga mampu memancarkan berbagai macam bentuk ketakwaan. Sebab satu tujuan utama Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan adalah agar hambanya bertakwa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FPNJJs
April 05, 2019 at 07:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FPNJJs
via IFTTT
Share:

KPU Utamakan Keluarga Dampingi Penyandang Disabilitas

KPU Kota Metro tidak menyiapkan secara khusus petugas untuk penyandang disabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID, METRO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro tidak menyiapkan secara khusus petugas untuk mendampingi penyandang disabilitas ketika hendak mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS). KPU Kota Metro mengutamakan keluarga untuk melakukan pendampingan.

"Kalau menyiapkan orang secara khusus tidak. Kita mengedepankan pihak keluarga untuk melakukan pendampingan. Kenapa keluarga, karena keluarga akan menjaga kerahasian pemilih," kata Komisioner KPU Metro, Nur Muhammad, di Metro, Jumat (5/4).

Menurut dia, sebelum melakukan pendampingan, pihak keluarga harus mengisi formulir yang disiapkan oleh KPU bahwa mereka melakukan pendampingan bagi penyandang disabilitas. "Kalaupun tidak ada keluarga maka Linmas maupun petugas TPS yang akan mendampingi. Tapi harus dengan persetujuan dari pengawas TPS dan saksi-saksi intinya mendapat persetujuan bersama," ujarnya.

Ia menjelaskan, KPU juga sudah melakukan penyesuaian TPS untuk penyandang disabilitas agar nantinya mudah untuk memberikan hak suaranya. "TPS juga sudah disesuaikan ketika nanti ada penyandang disabilitas yang datang menggunakan kursi roda ataupun yang lainya," jelasnya.

Menurut Nur, untuk penyandang disabilitas tunanetra ada surat suara khusus yang disiapkan oleh KPU, tetapi itu hanya untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. "Karena seluruh Indonesia nama dan gambarnya sama. Tetapi untuk DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota tidak ada. Karena berbeda dapil, nama dan lainya," ucapnya.

Ia menambahkan, KPU juga meminta kepada petugas di TPS untuk lebih mendahulukan dan memberikan waktu lebih penyandang disabilitas. "Sudah kami minta petugasnya untuk mendahulukan. Nah di DPT Kota Metro jumlah penyandang disabilitas ada 218 jiwa, tersebar diseluruh kecamatan," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UlshGr
April 05, 2019 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UlshGr
via IFTTT
Share:

Kemenhub akan Hadiri Pertemuan Boeing di Singapura

Boeing menyatakan permintaan maaf kepada keluarga korban kecelakaan pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Boeing Co dikabarkan akan melakukan pertemuan dengan seluruh maskapai di Singapura pada Sabtu (6/4). Dalam pertemuan tersebut, rencananya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan menghadirinya.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti memastikan dirinya yang akan menghadiri pertemuan tersebut juga. “Ada (perwakilan Kemenhub) saya sendiri. Saya hadir,” kata Polana di Gedung Kemenhub, Jumat (5/4).

Sementara itu, Boeing saat ini sudah mengutarakan permintaan maafnya kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines. Hal tersebut terkait kecelakaan yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8.

Chief Executive Officer (CEO) Boeing Co Dennis Muilenburg meminta maaf kepada keluarga korban atas kecelakaan fatal yang menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air. Dia berjanji akan segera merilis piranti lunak untuk sistem manuver pesawat.

“Kami meminta maaf atas nyawa yang hilang dalam kecelakan 737 belum lama ini. Kami tetap fokus pada keselamatan penumpang dan memastikan bahwa tragedi seperti ini tidak pernah terjadi lagi,” ujar Muilenburg dalam sebuah rekaman video yang diunggah di akun Twitter @BoeingAirplanes, Kamis (5/4).

Muilenburg mengatakan, detail mengenai apa yang terjadi dalam kecelakan Ethiopian Airlines ET302 dan Lion Air JT610 akan diumumkan oleh otoritas pemerintah dalam laporan final. "Namun dengan adanya laporan awal dari investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines, Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) di kedua penerbangan diaktivasi sebagai respons terhadap informasi angle of attack yang salah," ujarnya.

Muilenburg yang berbicara dari hanggar Boeing mengatakan, sejarah industri penerbangan menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakan disebabkan oleh peristiwa yang saling terkait. Begitu pula dalam kasus jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dan Lion Air. Dia memastikan, Boeing dapat memutus salah satu mata rantai yang saling terkait dalam dua kecelakaan fatal tersebut. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FQcs0m
April 05, 2019 at 07:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FQcs0m
via IFTTT
Share:

Tekan Rokok Ilegal, Bea Cukai Rangkul Pemkab Pamekasan

Pamekasan adalah penerima Dana Bagi Hasil Cukai hasil Tembakau Terbesar di Madura.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Bea Cukai Madura menginisiasi Rapat Koordinasi Pengendalian Rokok Ilegal Selasa (2/4). Bea Cukai menrangkul pejabat tinggi pemerintahan untuk menekan angka rokok ilegal di Pamekasan.

Rapat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam serta beberapa perwakilan dari masing-masing instansi tersebut. Rapat ini dipimpin langsung oleh Latif Helmi selaku Kepala Kantor Bea Cukai Madura. Latif didampingi oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan dan Kepala Seksi Perbendaharaan Bea Cukai Madura.

Latif dalam rapat ini mempertegas peran masing-masing instansi yang sangat dibutuhkan dalam rangka Pengendalian Rokok Ilegal. Dalam lingkup nasional angka rokok ilegal turun dari 12,14 persen menjadi 7,04 persen. Namun, Madura masih harus bekerja keras untuk terus menekan angka rokok ilegal.

“Menteri Keuangan menginginkan angka persentase rokok ilegal turun lagi menjadi hanya 3 persen di tahun 2019 dan Bea Cukai Madura akan mendukung pelaksanaannya. Ini menjadi tugas kita bersama,” ujar Latif.

Rapat ini juga merupakan salah satu implementasi dari PMK-222/PMK.07/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa salah satu peruntukan DBHC HT adalah pemberantasan barang kena cukai ilegal yang dalam hal ini rokok ilegal.

Pamekasan adalah penerima Dana Bagi Hasil Cukai hasil Tembakau Terbesar di Madura yaitu sebesar Rp 47.191.005.000 jauh dibanding kabupaten lainnya sesuai dengan lampiran PMK-12/PMK.07/2019 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2019.

Rapat Koordinasi Pengendalian Rokok Ilegal ini menjadi yang pertama dilaksanakan di Gedung Kantor Baru karena Bea Cukai Madura baru beroperasi di lokasi baru mulai Senin, (1/4). Gedung Kantor Baru ini mempermudah para pimpinan instansi terkait untuk menjangkau lokasi yang berada di jantung Kabupaten Pamekasan, berbeda dengan lokasi sebelumnya yang berada di paling ujung Pulau Madura di Kabupaten Sumenep.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G2gALU
April 05, 2019 at 07:31PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G2gALU
via IFTTT
Share:

Ekspor Jasa Bebas Pajak Dorong Harga Kompetitif

Belum ada mekanisme yang efektif untuk mengenakan pajak terhadap jasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah mengeluarkan beleid baru yang memperluas pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) nol persen untuk sektor ekspor jasa. Ketentuan ini resmi dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 32 Tahun 2019 Tentang Batasan Kegiatan dan Jenis Jasa Kena Pajak yang Atas Ekspornya Dikenai Pajak Pertambahan Nilai.

Shinta Kamdani Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pengenaan pajak nol persen untuk barang tak berwujud atau jasa merupakan hal yang positif. Pasalnya, secara umum di dunia perdagangan, jasa itu tidak dikenai pajak, maupun tarif ketika berpindah dari satu negara ke negara lain.

“Karena pada dasarnya belum ada mekanisme monitoring atau mekanisme enforcement yang efektif untuk mengenakan pajak atau tarif terhadap lalu lintas barang tak berwujud atau jasa,” ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Jumat (5/4).

Selain itu, menurutnya, pengenaan pajak atas jasa juga rentan terhadap praktik double taxation yang dihindari banyak negara karena akan membebani kompetisi pelaku usaha dan merugikan konsumen jasa. Dari empat mode perdagangan jasa, ekspor jasa Indonesia yang terbesar ada pada mode dua (consumption abroad atau tourism) dan mode dua (movement of people atau TKI yang menghasilkan remitansi) sementara ekspor jasa mode satu (cross-border services seperti paten, copyrights dan trademark) tidak memiliki data pendapatan yang kredible dan mode tiga (commercial, presence atau investment).

Dengan memperhatikan lansekap ekspor jasa tersebut, lanjut Shinta, pengenaan pajak nol persen terhadap jasa dampaknya akan positif. Itu artinya negara punya level playing field dengan negara-negara eksportir jasa.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani menambahkan pengenaan pajak nol persen untuk ekspor jasa memiliki keberpihakan agar lebih kompetitif. Mengingat, selama ini ekspor jasa Indonesia masih rendah. 

“Menyumbang kontribusi besar adalah ekspor jasa pelayaran karena masih didorong jangan kasih harga free on board tetapi ke arah cost and average jadi kita punya kapal memiliki jasa pelayaran kontribusi lebih terasa, sekarang masih sistem sob jadi menikmati perusahaan asing,” ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IexMiH
April 05, 2019 at 07:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IexMiH
via IFTTT
Share:

Membiasakan Istikharah

Istikharah merupakan kebiasaan yang sangat baik dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Irfan Helmy MA  

Istikharah berasal dari kata istakhara-yastakhiru yang berarti memohon kebaikan dari setiap urusan. Dalam konteks hubungan manusia dengan Allah SWT, istikharah berarti memohon kepada Allah SWT agar setiap keputusan yang akan diambil benar-benar merupakan keputusan terbaik yang mengandung kemaslahatan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ini berarti juga bahwa istikharah adalah berlindung kepada Allah SWT dari keburukan setiap keputusan yang akan diambil.

Bagi setiap Muslim, istikharah adalah kebiasaan yang sangat baik dilakukan. Istikharah selayaknya menjadi aktivitas rutin yang senantiasa mengiringi setiap Muslim dalam menentukan keputusan.

Dalam kehidupan yang sangat kompleks, manusia pasti dihadapkan pada berbagai macam urusan yang tarik-menarik sehingga sulit diselesaikan dengan satu keputusan. Bagi seorang Muslim, keadaan seperti ini tidak akan membuatnya bingung apalagi stres, sebab ia masih dapat menempuh satu cara yaitu dengan melakukan istikharah. Ini bisa dilakukan dengan shalat dua rakaat, doa, atau zikir yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Dari sisi spiritualitas, istikharah menunjukkan kualitas keimanan seorang Muslim. Semakin sering ia beristikharah, semakin tinggi pula keyakinannya kepada pertolongan Allah SWT. Ia yakin bahwa Allah SWT hanya akan menganugerahkan kebaikan dari setiap keputusan jika kita memohon petunjuknya dengan penuh kerendahan hati.

Di sisi lain, istikharah juga menjadi bukti kepasrahan seorang Muslim kepada Allah SWT. Artinya, apa pun hasil dari keputusan yang telah diambil, sepenuhnya akan diterima sebagai bagian dari usaha yang ditempuhnya dengan keyakinan kepada Allah SWT sebagai penentu segala sesuatu. Sayangnya, kesombongan manusia kadang membuat dirinya lupa kepada Allah SWT. Penyembahan kepada rasio sering membuat manusia lupa akan peran Allah SWT dalam menentukan sesuatu bagi manusia.

Akibatnya, muncul anggapan bahwa dirinya yang menjadi penentu setiap sesuatu. Alih-alih melakukan istikharah, mereka justru terbuai oleh kemampuan rasio yang sebenarnya adalah anugerah Allah SWT sekaligus cobaan bagi manusia. Sikap seperti ini tidak akan terjadi dengan adanya kesadaran akan manfaat istikharah bagi jiwa manusia. Hati orang yang membiasakan istikharah akan senantiasa tenang dan terbuka menerima apa pun yang terjadi.

Orang yang membiasakan istikharah hatinya senantiasa mantap, jauh dari sikap ragu-ragu dalam mengambil setiap keputusan. Ini muncul dari keyakinan bahwa Allah SWT akan membimbing orang yang membiasakan istikharah dalam menjalankan aktivitas hidupnya.

Dalam sebuah hadis diungkap kesaksian Abu Bakar RA, bahwa Rasulullah SAW jika berkehendak memutuskan suatu hal, beliau selalu beristikharah dengan berdoa, ''Ya Allah, anugerahkanlah kebaikan kepadaku dari setiap urusanku dan pilihkanlah keputusan yang terbaik bagiku.'' (HR al-Tirmidzi). Karena itu, mari kita latih diri kita untuk membiasakan istikharah sebelum mengambil setiap keputusan agar senantiasa berada dalam bimbingan Allah SWT. Wallahu a'lam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UjlXPt
April 05, 2019 at 07:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UjlXPt
via IFTTT
Share:

TPID Kota Solo Gelar Operasi Pasar Bawang

TPID menggandeng pihak swasta dan Bulog.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo menggelar operasi pasar bawang di beberapa titik pasar tradisional di Kota Solo selama enam hari mulai Ahad-Jumat (7-12/4). Operasi pasar bertajuk Pasar Mirunggan Bawang Putih dan Bawang Merah tersebut bertujuan untuk meredam gejolak harga bawang putih dan bawang merah.

Di mana, saat ini masing-masing mencapai lebih dari Rp 37 ribu per kilogram dan Rp 29 ribu per kilogram di tingkat eceran dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan rata-rata harga bawang putih dari Februari 2019 sebesar RP 30.118 menjadi RP 37.625 per kilogram pada Maret 2019 dan rata-rata harga bawang merah dari Rp 20.434 menjadi Rp 29.125 per kilogram.

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengeluaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi,

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bakti Artanta, mengatakan, pasar murah bawang putih dan bawang merah di Kota Solo tersebut juga sebagai tindak lanjut dari sidak dan Rapat Koordinasi TPID Solo pada 20 Maret 2019 dalam memantau keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bahan makanan.

Hasil sidak di Pasar Gede, Pasar Legi, dan Pasar Nusukan menemukan kenaikan rata-rata harga bawang putih dari pekan sebelumnya sebesar 19,23 persen. Yaitu, dari Rp 34.667 menjadi Rp 41.333. Sementara itu, kenaikan rata-rata harga bawang merah dari pekan sebelumnya sebesar yaitu dari Rp 23.333 menjadi Rp 26.167.

"Untuk harganya akan mengikuti harga pasar saat ini. Tujuannya meringankan beban masyarakat karen akan ada subsidi sekitar Rp 3.000 per kilogram," terangnya kepada wartawan di Kompleks Balai Kota Solo, Jumat (5/4).

Dalam kegiatan pasar murah tersebut TPID Kota Solo menggandeng PT Perusahaan Umum Daerah Pusat Pergudangan dan Aneka Usaha "Pedaringan" Kota Solo, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Solo, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Asosiasi Bawang Metah Indonesia (ABMI) Cabang Sragen, distributor bawang putih/merah di Pasar Legi dan perbankan untuk menstabilkan harga bawang di pasaran.

Pelaksanaan Pasar Mirunggan Bawang Putih dan Bawang Merah Kota Solo diawali pada Ahad (7/4) di Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi dari pukul 06.00 - 09.00 WIB. Kemudian pada Senin-Jumat (8-12/4) dilaksanakan di dua Kios TPID yang berada di Pasar Gede pada pukul 07.00 — 11.00 WIB dan di Pasar Nusukan pada pukul 09.00 - 12.00 WIB.

Sebanyak 600 kilogram akan dijual di area CFD. Kemudian, pasar murah di Pasar Gede dan Pasar Nusukan total bawang merah dan bawang putih yang disediakan masing-masing 100 kilogram per hari. "Setiap pembeli dibatasi maksimal membeli satu kilogram. Bisa setengah kilogram bawang merah dan setengah kilogram bawang putih, atau salah satunya saja satu kilogram," ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FPoW8o
April 05, 2019 at 07:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FPoW8o
via IFTTT
Share:

Bagaimana Islam Memandang Perkara Terpaksa?

Perkara terpaksa diistilahkan sebagai ikraah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manusia pada dasarnya memiliki kebebasan. Minimal, manusia bebas berpikir atau mengkhayalkan sesuatu. Namun, adakalanya keleluasaan seseorang dibatasi, sehingga dirinya terpaksa melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak disukai.

Ikraah (paksaan) menurut bahasa berarti 'membawa manusia kepada urusan yang tidak diinginkannya secara wajar atau syara.'' Orang yang dipaksa dinamakan mukrah.

Menurut syariat, ikraah adalah 'membawa orang lain kepada apa yang tidak disenanginya'. Pemaksaan bisa macam-macam bentuknya. Bisa dengan ancaman hendak dibunuh, dianiaya, dipenjara, dirusak hartanya, disiksa, atau dilukai. Tidak ada perbedaan apakah paksaan itu dari hakim, pencuri, ataupun dari yang lainnya.

Ibnu Mas'ud pernah berkata, "Bilamana ada seorang penguasa memaksaku untuk berbicara dengan ancaman cambukkan baik sekali atau dua kali, maka aku akan berbicara demi untuk menghindarkan cambukan agar jangan menimpa diriku."

Ikraah itu terbagi menjadi dua macam, yaitu ikraah untuk berbicara dan berbuat. Ikraah (paksaan) untuk berbicara tidak mewajibkan sesuatu bagi orang yang dipaksa. Sebab, dia tidak lagi mukalaf. Apabila dia mengucapkan kata-kata yang mengandung kekafiran, dia dimaafkan menurut syariat. Bila dia menuduh orang lain, dia tidak dikenakan had.

Apabila dia ikrar, ikrarnya tidak bisa dipegangi. Bila dia dipaksa mengadakan akad nikah, hibah, atau jual beli, akadnya ini tidak berlaku. Bila dia bersumpah atau bernadzar, maka sumpah atau nadzarnya ini tidak menuntut sesuatu. Bila dia menceraikan isterinya atau merujuknya, maka tidak terjadi perceraian dan rujuknya pun tidak sah.

Yang menjadi dasar dalam hal ini adalah Firman Allah dalam surat An-Nahl [16] ayat 106 yang artinya, "Barangsiapa kafir terhadap Allah sesudah dia beriman, dia mendapat kemurkaan Allah, kecuali orang-orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (maka dia tidak berdosa); akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar."

Sedangkan paksaan untuk berbuat ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, yang diperbolehkan oleh keadaan (darurat). Misalnya, paksaan untuk meminum khamar, memakan bangkai, memakan daging babi, memakan harta orang lain, atau apa yang diharamkan Allah. Dalam keadaan yang demikian, maka diperbolehkan melakukan hal itu semuanya.

Bahkan diantara para ulama ada yang memandang wajib melakukannya bila tidak ada keselamatan kecuali dengan melakukannya. Hal ini tidak berbahaya bagi seseorang, dan tidak melalaikan hak Allah. Begitu pula orang yang dipaksa berbuka puasa Ramadhan, atau shalat bukan menghadap kiblat, sujud kepada berhala atau salib, maka dia diperbolehkan, dengan meniatkan sujud kepada Allah Yang Mahaagung.

Kedua, paksaan yang tidak diperbolehkan oleh keadaan (tidak darurat). Misalnya, paksaan untuk membunuh, melukai, menganiaya, berzina, dan merusakkan harta. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW: ''Sesungguhnya Allah mengampuni umatku dari dosa yang dilakukan karena kesalahan, kelupaan, dan apa yang dipaksakan kepada mereka.'' Demikian disarikan dari buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UiFY8X
April 05, 2019 at 07:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UiFY8X
via IFTTT
Share:

Pengamat Nilai Gojek Jadi Decacorn Karena Usaha Sendiri

Gojek menjadi decacorn tidak merefleksikan iklim investasi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti CORE Indonesia, Piter Abdullah menilai meroketnya nilai valuasi saham Gojek menjadi diatas 10 miliar dolar AS merupakan usaha dari Gojek sendiri. Piter menilai banyaknya suntikan dana ke dalam Gojek bukan pertanda iklim investasi negara sedang baik.

Piter menjelaskan naiknya Gojek dari peringkat unicorn menjadi decacorn merupakan hasil dari upaya perusahaan yang mampu menguasai pasar Indonesia dan pasar Internasional. Hal tersebut yang membuat investor melihat adanya potensi future value terhadap Gojek.

"Saya kira naiknya Gojek menjadi decacorn tidak merefleksikan iklim investasi kita. kenaikan Gojek dari unicorn menjadi decacorn adalah hasil dari kinerja individual Gojek yg tdk hanya mampu menguasai pasar indonesia tp juga mampu masuk ke pasar international," ujar Piter saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (5/4).

Piter menjelaskan kondisi tersebutlah yang mengakibatkan para investor berani masuk ke Gojek. "Tapi itu tidak mencerminkan perbaikan iklim investasi di Indonesia secara keseluruhan," ujar Piter.

Ia juga menilai potensi yang sama bisa dikantongi oleh perusahaan rintisan lainnya. Sebab, menurut Piter saat ini, infrastruktur untuk bisa berkembang juga sudah memadai.

"Pemerintah saya kira sudah cukup menyediakan infrastruktur yg mendukung akses internet sehingga tercipta pasar dalam negeri yang sangat besar. Sekarang terpulang pada pelaku startup dalam mengembangkan kreativitas utk menciptakan startup yang punya keunikan dan keandalan dalam merebut pasar," ujar Piter.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FPoRBC
April 05, 2019 at 07:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FPoRBC
via IFTTT
Share: