Showing posts with label 2019 at 01:09AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:09AM. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

Eggi Nilai Mustahil PAN Gabung Jokowi Tanpa Restu Amien

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan diketahui telah bertemu Jokowi di Istana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) di istana menuai polemik. Dikabarkan dengan pertemuan itu, PAN berpeluang untuk keluar dari oposisi dan bergabung kembali dengan koalisi pemerintah. Namun, hal ini dibantah oleh sejumlah politikus PAN itu sendiri.

Politikus PAN, Eggi Sudjana menegaskan sepanjang Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tak merestui mustahil maka PAN merapat kembali ke koalisi pemerintah. Sebab, tokoh sentral PAN adalah Amien Rais bukan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum partai.

"Jadi sepanjang Amien Rais belum bersikap dalam pengertian memisahkan dari koalisi saat ini maka tidak terjadi (gabung pemerintah), sekalipun yang mengatakan adalah Zulkifli Hasan," tegas Eggi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (27/4).

Kemudian, sekalipun jika ada perkataan dari Zulkifli Hasan kepada Joko Widodo di istana beberapa waktu lalu adalah pendapat pribadi. Sehingga apa yang disampaikan Zulkifli tidak atas nama partai. Apalagi saat ini, kata Eggi, belum ada rapat untuk membicarakan arah koalisi ke depannya.

"Yang perlu diteliti lagi ada kepentingan apa, sedangkan pemilu sudah selesai. Maka tidak ada pengaruhnya secara elektoral jadi ini kan main-main saja Menurut saya," tambahnya.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan yang juga sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengelaskan kehadirannya ke Istana dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara bukan sebagai ketua partai. Menurutnya, kedatangannya di Istana dalam rangka pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

"Saya hadir di Istana sebagai Ketua MPR dalam Pelantikan Gubernur Maluku. Sama seperti pelantikan gubernur gubernur lainnya. Apalagi, Murad Ismail adalah sahabat dan PAN mengusungnya di Pilkada Maluku lalu," jelasnya melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (26/4).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZG9Bju
April 28, 2019 at 01:09AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZG9Bju
via IFTTT
Share:

Eggi Nilai Mustahil PAN Gabung ke Jokowi Restu Amien Rais

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan diketahui telah bertemu Jokowi di Istana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) di istana menuai polemik. Dikabarkan dengan pertemuan itu, PAN berpeluang untuk keluar dari oposisi dan bergabung kembali dengan koalisi pemerintah. Namun, hal ini dibantah oleh sejumlah politikus PAN itu sendiri.

Politikus PAN, Eggi Sudjana menegaskan sepanjang Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tak merestui mustahil maka PAN merapat kembali ke koalisi pemerintah. Sebab, tokoh sentral PAN adalah Amien Rais bukan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum partai.

"Jadi sepanjang Amien Rais belum bersikap dalam pengertian memisahkan dari koalisi saat ini maka tidak terjadi (gabung pemerintah), sekalipun yang mengatakan adalah Zulkifli Hasan," tegas Eggi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (27/4).

Kemudian, sekalipun jika ada perkataan dari Zulkifli Hasan kepada Joko Widodo di istana beberapa waktu lalu adalah pendapat pribadi. Sehingga apa yang disampaikan Zulkifli tidak atas nama partai. Apalagi saat ini, kata Eggi, belum ada rapat untuk membicarakan arah koalisi ke depannya.

"Yang perlu diteliti lagi ada kepentingan apa, sedangkan pemilu sudah selesai. Maka tidak ada pengaruhnya secara elektoral jadi ini kan main-main saja Menurut saya," tambahnya.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan yang juga sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengelaskan kehadirannya ke Istana dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara bukan sebagai ketua partai. Menurutnya, kedatangannya di Istana dalam rangka pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

"Saya hadir di Istana sebagai Ketua MPR dalam Pelantikan Gubernur Maluku. Sama seperti pelantikan gubernur gubernur lainnya. Apalagi, Murad Ismail adalah sahabat dan PAN mengusungnya di Pilkada Maluku lalu," jelasnya melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (26/4).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PvuQjx
April 28, 2019 at 01:09AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PvuQjx
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

BPN Prabowo-Sandi Sebut Koalisinya Solid

BPN Prabowo-Sandi menyebut ada yang membentuk opini seolah koalisi mereka retak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah koalisi mereka retak. BPN menduga ada pihak yang ingin memunculkan kesan seolah pendukung Prabowo-Sandi retak.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengatakan pada Jumat (19/4) malam, lima Sekjen parpol pendukung diterima Prabowo Subianto. “Lima  Partai Koalisi Adil Makmur solid mengawal demokrasi melawan kecurangan, menyelamatkan konstitusi menuju Indonesia menang. Suara rakyat suara Tuhan,” kata Priyo dalampesan whatsapp kepada republika.co.id, Sabtu (20/4) dini hari.

Sekjen Partai Berkarya ini mengatakan dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan sejumlah pesan khusus. Selain itu, Prabowo bersyukur kepada Tuhan.

“Juga disampaikan ucapan terimakasih atas dukungan besar rakyat, partai-partai koalisi dengan seluruh jaringan dan calegnya, para ulama, habaib, pendeta dan tokoh-tokoh semua agama, para relawan, emak-emak,dan semua pihak,” paparnya.

Priyo mengatakan tidak benar berita yang beredar seolah-olaj koalisi retak. “Itu hanya isu yang digoreng pihak-pihak tertentu. Nyatanya kelima partai koalisi solid,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KUck5E
April 20, 2019 at 01:09AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KUck5E
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

77 Ribu Calon Jamaah Haji Sudah Lakukan Rekam Biometrik

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Rekam biometrik jamaah haji 1440 H/ 2019 M terus berlangsung di sejumlah kantor VFS Tasheel yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Proses tersebut harus dilakukan jamaah karena mulai tahun ini Arab Saudi menerapkan kebijakan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa.

"Sejak kali pertama dibuka (rekam biometrik) pada 11 Maret 2019, sampai hari ini sudah 77 ribu calon jamaah haji atau sekitar 38 persen yang sudah rekam biometrik," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Muhajirin Yanis kepada Republika, Sabtu (6/4).

Muhajirin mengatakan, proses rekam biometrik berlangsung setiap hari pada jam kerja di kantor VFS Tasheel. Data terbaru menginformasikan presentasi terbesar yang sudah rekam biometrik adalah jamaah dari Jawa Barat. Disusul jamaah dari Provinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatra Utara.

Ia menjelaskan, calon jamaah haji dari empat provinsi tersebut sudah di atas 50 persen yang telah melakukan rekam biometrik. Kemenag berupaya agar proses rekam biometrik bisa selesai pada akhir April 2019

Kasubdit Dokumentasi Haji, Nasrullah Jassam menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan VFS Tasheel agar proses rekam biometrik bisa lebih dipercepat lagi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merelokasi alat dari tempat yang sudah selesai ke wilayah yang belum ada kantor VFS Tasheel-nya.

"Gorontalo sudah hampir 100 persen, kalau sudah selesai, sebagian alatnya akan dipindah ke daerah lain, misalnya ke Papua," ujarnya.

Seperti diketahui, kantor VFS Tasheel belum ada di semua wilayah Indonesia. Sementara rekam biometrik harus dilakukan calon jamah haji di VFS Tasheel sebagai syarat mendapatkan visa haji. Oleh karena itu, peralatan untuk merekam biometrik akan dipindahkan ke wilayah yang belum memiliki kantor VFS Tasheel.

Nasrullah menambahkan, hasil rekam biometrik yang dilakukan jamaah akan ditindaklanjuti dengan proses penerbitan visa. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan pihaknya untuk memproses visa calon jamaah haji.

"Selain hasil rekam biometrik, untuk penerbitan visa diperlukan paspor jamaah, bukti telah suntik vaksin meningitis dan lembar bukti pelunasan biaya haji, sampai saat ini lebih dari 185 ribu paspor jamaah sudah siap," ujarnya.

Nasrullah memastikan proses penerbitan visa untuk calon jamaah haji sudah mulai bisa dilakukan akhir bulan ini. Supaya sudah bayak calon jamaah haji yang siap menjelang tahap awal pemberangkatan jamaah pada Juli 2019.

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WNSdaj
April 07, 2019 at 01:09AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WNSdaj
via IFTTT
Share: