Showing posts with label 2018 at 06:00AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:00AM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

Mendikbud Janjikan Komputer untuk Sekolah Indonesia Riyadh

Anak-anak harus dilatih agar menguasai teknologi informasi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjanjikan akan memberikan bantuan 50 unit komputer untuk Sekolah Indonesia Riyadh di Arab Saudi. "Anak-anak harus dilatih agar menguasai teknologi informasi," kata Muhadjir saat mengunjungi Sekolah Indonesia Riyadh di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (22/12).

Terkait dengan laporan pihak sekolah tentang keterbatasan ruang kelas, Muhadjir mengatakan kemungkinan tidak bisa segera diselesaikan. Karena itu, dia meminta pihak sekolah untuk membuat proposal.

Muhadjir meminta Sekolah Indonesia Riyadh berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh untuk mencoba mencari alternatif tempat untuk disewa. "Saya meminta para guru tetap bersemangat, tetapi jangan sampai standar-standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak dipenuhi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Riyadh Abdulloh Syifa mengatakan ada satu kelas yang terpaksa belajar di salah satu ruangan di ruang bawah tanah, meskipun hal itu melanggar aturan yang ditetapkan Kerajaan Arab Saudi. "Namun, kami tetap semangat memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia yang ada di Riyadh," katanya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan para guru di Sekolah Indonesia Riyadh adalah para pelayan pendidikan anak-anak Indonesia. "Bila Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah pelayan dua kota suci umat Islam, para guru adalah pelayan pendidikan anak-anak Indonesia," katanya.

Sekolah Indonesia Riyadh memiliki 283 murid mulai dari taman kanak-kanak hingga kelas XII. Mereka dilayani oleh 26 guru dan tenaga pendidik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q1doSI
December 23, 2018 at 06:00AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q1doSI
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Atasi Bournemouth, Guardiola Nilai City Petik Pelajaran

City harus berjuang untuk tetap meraih kemenangan di tengah kondisi kelelahan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester City Pep Guardiola menyatakan bahwa keberhasilan timnya mengatasi Bournemouth 3-1 dalam laga pekan ke-14 menjadi pelajaran penting. Pasalnya, City harus berjuang untuk tetap meraih kemenangan di tengah kondisi kelelahan.

Guardiola menyampaikan hal itu selepas pertandingan di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Sabtu (1/12). Ia merujuk pada kelelahan yang dialami City selepas  bertandang ke markas Olympique Lyon dalam laga lanjutan Liga Champions tengah pekan lalu.

"Sebuah kemenangan yang baik, setelah Liga Champions selalu sulit," kata Guardiola sebagaimana dicuitkan akun Twitter resmi City, Ahad (2/12) dini hari WIB. "Orang-orang berpikir mudah bagi kami, tapi nyatanya tidak demikian. Itulah mengapa saya suka menang dengan cara seperti ini."

Guardiola melakukan tak kurang dari enam pergantian susunan pemain menghadapi Bournemouth, dibandingkan laga kontra Lyon. Beruntung, Bernardo Silva dan Ilkay Guendogan kembali ke skuat the Citizens setelah sempat dirundung cedera.

Sempat imbang 1-1 hingga babak pertama usai, City berhasil kembali unggul lewat gol Raheem Sterling di babak kedua. Guardiola mengaku meminta kepada para pemain untuk lebih agresif saat turun minum. "Namun lima menit pertama tidak terlalu baik, mereka tidak menjalankannya, sebelum kemudian sebuah aksi Sterling mengubah jalannya pertandingan," kata dia.

Di sisi lain, Guardiola juga mengaku belum mengetahui apakah Sergio Aguero akan bisa bermain pada laga tengah pekan melawan Watford. "Saya belum tahu apakah Aguero akan bugar pada tengah pekan. Kita lihat nanti," jelasnya.

Berkat kemenangan tersebut, City kian mantap di puncak klasemen dengan raihan 38 poin, unggul lima poin atas Liverpool (33 poin) yang baru tampil pada Ahad (2/12) malam WIB.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DSr3J4
December 02, 2018 at 06:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DSr3J4
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Mencetak Hafiz tak Hanya Tugas Pendidik

Seorang ummi, bunda, ibu, adalah orang pertama mengajarkan hafalan ke anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendamba seorang anak penghafal Alquran, bukan semata-mata tugas pendidik. Sebab, orang tua sangat berperan mencetak hafizh dari rumah. "Mencetak penghafal Alquran bukan semata-mata tugas pendidik. Seorang ummi, bunda, ibu, adalah orang pertama mengajarkan hafalan ke anak," kata pembina SDIT Alquran El Fawas, Mampang, Jakarta Selatan, Siti Devitra Ramanda kepada Republika.co.id, Sabtu (24/11).

Perempuan yang akrab disapa Ummi Nanda itu memberikan tips sederhana mencetak hafiz dari rumah. Pertama, membaca Alquran harus fokus. Luangkan waktu minimal 60 menit, misalnya setelah Shalat Maghrib untuk bersama membaca Alquran dan berulang-ulang murajaah.

Kegiatan murajaah juga bisa dilakukan saat perjalanan ke pusat perbelanjaan. Perlihatkan bahwa Alquran adalah buku menyenangkan. "Seorang ibu harus tahu medium-medium mana yang diberikan ke anak. Agar anak ini cinta Alquran, ya murajaah terus," ujar dia.

Ummi Nanda mengatakan, biarkan anak baca dan mengulang Alfatihah terus-menerus. Selain itu nyalakan muratal melalui pengeras suara saat berada di rumah. Harapannya, audio, dapat membiasakan anak terbiasa dan hafal Alquran, seperti mengengarkan lagu. "Insya Allah ibunya, mau tak mau akan termotivasi menghafal Alquran," kata Ummi Nanda.

SDIT Alquran El Fawaz adalah sekolah berbasis Alquran dan teknologi informasi yang melahirkan generasi Qurani. Sekolah tersebut memiliki visi berprestasi dalam pendidikan karakter berbasis Alquran dan teknologi informasi.

Selain itu, sekolah itu juga mengusung misi, mendidik untuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sekolah yang melahirkan generasi Qurani yang sukses dunia dan akhirat, sekolah yang menanamkan kejujuran dan tanggung jawab, sekolah yang mendidik anak untuk memiliki hafalan empat juz ketika lulus. Sekolah ini juga berorientasi pada pencapaian keseimbangan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DSoWWw
November 25, 2018 at 06:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2DSoWWw
via IFTTT
Share: