Showing posts with label 2018 at 06:28PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:28PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Setiap Ramadhan, Muslim Ukraina Perkenalkan Ajaran Islam

pada bulan Ramadhan, jumlah anak-anak yang belajar menghafal Alquran meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah polling yang baru-baru ini dilakukan di Eropa menunjukkan bahwa warga Muslim Ukraina cenderung lebih patriotik dibanding warga lainnya. Karena itu, tak mengherankan, meski menjadi warga minoritas, Muslim Ukraina mendapatkan kebebasan dari otoritas pemerintahan di negara itu untuk melakukan kegiatan mereka.

Dukungan dari Pemerintah Ukraina ini membuat kegiatan komunitas umat Islam di negara tersebut lebih berkembang pesat dibandingkan komunitas Muslim di negara-negara Eropa Timur lainnya. Untuk lebih memajukan syiar Islam di Ukraina, melalui Direktorat Spiritual Muslim Ukraina, komunitas Muslim di sana menjalin kerja sama dengan Federasi Organisasi Islam Eropa (FIOE).

Kepala Direktorat Spiritual Muslim Ukraina, Mufti Said Ismagilov, menuturkan, kerja sama dengan FIOE ini juga dilakukan dengan ikut bergabungnya komunitas Muslim Ukraina dalam Charta Muslim Eropa.

Sebelumnya, Muslim Ukraina tidak bergabung dengan Direktorat Spiritual Muslim mana pun. ''Saya dan seluruh Muslim Ukraina percaya bahwa adopsi Charta Muslim Eropa dapat meningkatkan aktivitas kami di antara negara-negara Eropa,'' kata Said.

Kegiatan keagamaan yang dilakukan warga Muslim di Ukraina semakin marak saat Ramadhan tiba. Sebagai warga minoritas, bulan Ramadhan menjadi bulan spesial bagi warga Muslim Ukraina.

''Ramadhan membawa sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Muslim Ukraina. Selama bulan Ramadhan, warga Muslim lebih aktif untuk mengikuti program-program dakwah, bersedekah, dan tentu saja membayar zakat,'' kata Seran Arifof, direktur Radwan Center, lembaga yang bergerak di bidang penghafalan Alquran.

Arifof menjelaskan, pada bulan Ramadhan, jumlah anak-anak yang belajar menghafal Alquran semakin meningkat. Tak heran jika beberapa tahun belakangan ini Ukraina turut mengirimkan utusannya dalam kompetisi hafalan Alquran (Musabawah Hifzh al-Qur'ani).

Muslim Ukraina juga memanfaatkan bulan Ramadhan untuk melakukan kampanye tentang Islam dengan memberikan penjelasan dan pengenalan tentang Islam pada rekan-rekan mereka yang non-Muslim.

''Kami sedang melakukan upaya keras untuk memberikan pendidikan bagi Muslim dan non-Muslim tentang Ramadhan,'' kata Ketua Federasi Organisasi-organisasi Sosial (Arraid) di Ukraina, Ismail al-Kadi.

''Sungguh luar biasa, setelah non-Muslim menerima brosur tentang Islam dan Ramadhan yang kami sebarkan, banyak di antara mereka yang memeluk Islam pada bulan Ramadhan,'' tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BIJXj7
December 27, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BIJXj7
via IFTTT
Share:

Urin Berbusa, Bahaya atau tidak?

Urin berbusa bisa jadi pertanda kerusakan pada ginjal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemunculan buih atau busa-busa kecil pada urin ketika buang air kecil mungkin kerap terabaikan. Padahal, urin yang berbusa dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan di dalam tubuh yang memerlukan perhatian lebih serius.

Pada dasarnya, tiap orang mungkin sesekali pernah mengeluarkan urin yang berbusa. Urin berbusa biasanya dipengaruhi oleh kandung kemih yang penuh. Kondisi ini akan membuat aliran urin menjadi lebih kencang saat buang air kecil, sehingga busa-busa kecil terbentuk pada urin. Busa-busa ini akan menghilang dalam waktu singkat.

Terkadang, busa pada urin juga bisa terbentuk ketika cairan urin lebih pekat. Urin bisa menjadi lebih pekat bila tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi.

Di sisi lain, urin berbusa bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius seperti kerusakan pada ginjal. Dalam hal ini, busa terbentuk karena urin mengandung terlalu banyak protein. Protein-protein pada urin ini bereaksi dengan udara sehingga membentuk busa.

Adanya protein dalam jumlah banyak pada urin disebabkan oleh menurunnya kemampuan ginjal dalam melakukan penyaringan. Akibatnya, terjadi 'kebocoran' protein yang dikenal sebagai proteinuria. Proteinuria merupakan tanda dari penyakit ginjal kronis atau kerusakan ginjal stadium akhir.

"Ketika ginjal Anda rusak, ginjal Anda tidak dapat menyaring sebaik seharusnya," papar spesialis penyakit dalam Suzanne Falck MD seperti dilansir Health Line.

Meski cukup jarang, urin yang berbusa pada laki-laki dapat disebabkan oleh ejakulasi retrograde. Ejaulasi retrograde merupakan kondisi di mana air mani tidak keluar saat ejakulasi melainkan masuk ke kandung kemih.

Falck mengungkapkan bahwa obat-obat tertentu juga dapat menyebabkan munculnya busa pada urin. Salah satunya adalah obat phenazopyridine.

"Dan kadang, masalahnya hanyalah toilet Anda," ungkap Falck.

Beberapa cairan pembersih toilet mengandung zat kimia yang dapat membuat urin terlihat seperti berbusa. Urin tak akan lagi berbusa bila cairan pembersih ini dibilas dengan baik.

Urin berbusa sebaiknya diperiksakan ke dokter bila disertai dengan gejala-gejala lain. Beberapa contoh gejala tersebut adalah kelelahan, hilang nafsu makan, mual, muntah, warna urin yang lebih pekat, kesulitan tidur dan perubahan jumlah urin yang dikelurkan. Pada laki-laki, gejala lain yang perlu diwaspadai adalah orgasme tanpa mengelurkan air mani dan masalah kesuburan.

Bengkak pada tangan, kaki, wajah dan perut juga merupakan gejala lain yang perlu diperhatikan ketika mengalami urin berbusa. Bengkak pada tangan, kaki, wajah dan perut ini dapat menjadi tanda adanya penumpukan cairan di dalam tubuh yang disebabkan oleh kerusakan ginjal.

"Gejala-gejala ini dapat menjadi petunjuk bahwa kondisi medis merupakan penyebab dari masalah (urin berbusa yang Anda alami)," terang Falck.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QQmsim
December 27, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QQmsim
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Bangkitnya Syiar Islam di Karibia

Ada sekitar 100 orang dari Trinidad yang menunaikan ibadah haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Negara-negara di Kepulauan Karibia pada awalnya diduduki oleh bangsa Spanyol, Inggris, dan Prancis, termasuk Trinidad dan Tobago. Karenanya, sejarah negara-negara di kepulauan ini amat kuat dipengaruhi sejarah perbudakan dan kuli kontrak.

Adalah dua orang tokoh agama, yaitu Nizam Mohammed yang merupakan mantan politikus serta Noor Mohammed Hassanali yang gencar menyosialisasikan dan menyebarkan agama Islam. Kiprah mereka dalam berdakwah di masjid-masjid telah membangkitkan ghirah (semangat) keislaman di kalangan komunitas Muslim.

Tahun lalu, keduanya dipercaya memberikan khotbah Idul Fitri. Ribuan umat Islam (diperkirakan mencapai 4 ribu orang) memenuhi lapangan besar di Jean Pierre Cultural Complex di Port-of-Spain.

''Muslim di Trinidad, kendati tidak terlampau besar, sangat terorganisasi,'' ungkap Imtiaz Ali (32 tahun), seorang Muslim Trinidad.

Negara ini, sambungnya, terbagi menjadi dua generasi umat Islam. Pertama, yang masih memegang teguh tradisi. Mereka dikatakan sulit menerima Islam yang dinamis. Sedangkan, kelompok kedua adalah generasi muda Muslim.

''Tahun sebelumnya, ada sekitar 100 orang dari Trinidad yang menunaikan ibadah haji ke Makkah dan sebagian besar berasal dari generasi muda,'' ungkap Ali.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QRBV1P
December 26, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QRBV1P
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Jakpro Galang Dana Bantu Korban Bencana Tsunami

Jakpro membuka 'Kotak Empati' dimulai dari Jakpro Group kemudian lintas BUMD

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyampaikan ucapan duka mendalam atas musibah bencana tsunami Selat Sunda di zbanten dan Lampung yang terjadi Sabtu (22/12) malam WIB.

Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengucapkan bela sungkawa yang sangat mendalam kepada meluarga korban. "Para korban tidak sendirian, kami dan kita semua ada di sisi yang sama dalam kesedihan,” ujar Dwi setelah penyelenggaraan Peletakan Batu Pertama Jalur Jalasena (Jalan Sehat dan Sepeda Santai) di Pantai Maju, Jakarta Utara, Ahad (23/12). 

Dwi berharap, masyarakat Banten dan Lampung tegar menghadapi musibah tersebut. Demikian pula bagi para keluarga korban dari berbagai daerah yang terdampak tsunami saat berkegiatan dan berwisata di garis pantai Selat Sunda

Dwi turut menyampaikan dukungan doa atas nama segenap keluarga besar Jakpro Group. Pihaknya memastikan ambil bagian pada peran yang sesuai dengan kemampuan. 

“Tahap darurat ini, kami siap menginisiasi solidaritas sebagai bentuk empati. Kami punya rekan-rekan sesama BUMD di DKI Jakarta, punya banyak kawan mitra kerja, dan korporasi kami di Jakpro Group bisa bersama-sama menggalang dukungan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” kata Dwi dalam siaran pers. 

Jakpro membuka 'Kotak Empati' dimulai dari Jakpro Group kemudian lintas BUMD dan mitra kerja. Hal itu dilakukan sesaat setelah kegiatan acara peletakan batu pertama Jalur Jalasena oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ahad (23/12)

Karyawan Jakpro berinisiatif menggalang dana perdana untuk kemudian diperluas melalui jejaring yang sama-sama berempati. 

Dana dikumpulkan langsung ke rekening independen kegiatan sosial kemanusiaan. Sekalipun libur panjang menjelang Natal dan cuti bersama Senin (24/12), namun kotak itu dapat diakses setiap hari. Konfirmasi pengumpulan donasi dapat dikoordinasikan melalui kontakcorporate.secretary@jakartapropertindo

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LyPTPX
December 23, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LyPTPX
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

MPR Ajak Dokter Hewan Ikut Pelopori Pemilu Damai

Ketua MPR meminta tak perlu gaduh soal pilihan Presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di hadapan ratusan anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Perhimpunan Istri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI), saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (17/12) lalu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak kepada mereka untuk peduli Pemilu 2019. Menurutnya, dokter hewan dan istrinya juga harus menjadi pelopor damai dalam Pemilu 2019.

Menurut mantan Menteri Kehutanan itu, Pemilu merupakan hal yang biasa sebab dilaksanakan secara rutin tiap lima tahun sekali. Untuk itu diharapkan semua saling menghormati dan menghargai dalam soal pilihan. Dipaparkan, bila pemimpin yang ada sudah bagus, silahkan pilih kembali namun bila ada yang ingin pemimpin baru, juga silahkan memilih pemimpin yang diinginkan.

“Semua diselesaikan secara sederhana di bilik TPS pada 17 April 2019,” ujarnya seperti dalam siaran pers.

Bagi Zulkifli Hasan, tak perlu gaduh dalam soal pilihan Presiden sebab calon yang ada sama-sama orang Indonesia dan merupakan kader terbaik dari partai pengusung. Dalam Pemilu tahun 2019 diinginkan terciptanya suasana yang penuh kegembiraan dan menjauhkan dari rasa permusuhan.

Dalam demokrasi, kedaulatan ada di tangan rakyat. Sistem demokrasi yang sudah disepakati sejak tanggal 17 Agustus 1945 seharusnya sistem ini menghasilkan kedamaian, kesetaraan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua. Diakui dalam proses perjalanan demokrasi, ada kemajuan yang sudah dicapai namun ada pula yang perlu untuk diperjuangkan.

“Ada catatan-catatan pada demokrasi yang berkembang untuk dievaluasi,” ungkapnya.

Diakui saat ini ada penyimpangan demokrasi. Kedaulatan yang ada tidak digunakan semestinya. Penyimpangan itu seperti bagaimana money politic, pembagian sembako, dan yang lainnya terjadi saat Pemilu.

Hal demikianlah yang membuat Pemilu menjadi mahal dan berbiaya tinggi. Akibatnya calon kepala daerah mencari sponsor saat maju Pilkada. Bila mereka terpilih, kali pertama yang dipikirkan mengembalikan modal kepada para penyandang dana.

“Akhirnya kekuasaan yang ada untuk mencari kekayaan. Untuk itu perlu ada perbaikan dalam sistem demokrasi yang ada,” ungkapnya.

Zulkifli Hasan ingin demokrasi yang ada disempurnakan sehingga mampu mencapai tujuan yang ideal yakni sesuai dengan cita-cita Indonesia merdeka. Indonesia yang adil dan makmur.

Dalam persatuan, bangsa ini bisa menciptakan keadilan dan kesetaraan. Untuk itu semua elemen masyarakat harus bisa menjadi perilaku yang mempersatukan bukan yang memecah belah, mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

“Perilaku seperti inilah yang akan menciptakan keadilan bagi semua dalam wadah NKRI,” ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BxL3ya
December 19, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BxL3ya
via IFTTT
Share:

Polda Jabar: Kasus Habib Bahar Ditangani Secara Profesional

Polda Jabar menegaskan penahanan Bahar bin Smith sesuai dengan aturan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan pihaknya profesional dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith. Trunoyudo mengatakan proses penahanan terhadap Bahas bin Smith telah sesuai dengan aturan.

"Intinya, pertama polisi melakukan penyidikan berdasarkan SOP (standar operasional prosedur), kemudian KUHAP, dan profesional," tegasnya di Bandung, Rabu (19/12).

Pernyataan Trunoyudo tersebut menanggapi pertanyaan wartawan mengenai keluhan dari Persaudaraan Alumni 212 yang menganggap polisi terlalu cepat dalam menahan Bahar bin Smith. Menurutnya, penetapan Bahar sebagai tersangka yang kemudian dilakukan penahanan sudah sesuai dengan aturan penyidikan.

Trunoyudo mengatakan, polisi telah mengantongi beberapa alat bukti yang cukup untuk menjerat Bahar.  "Kalau KUHAP mengacu pada (Pasal) 184 KUHAP, jadi alat bukti sudah termasuk menjadi aturan. Saya enggak menanggapi (pernyataan PA 212), yang penting SOP, profesional, dan KUHAP," katanya.

Baca juga: Habib Bahar bin Smith Resmi Ditahan Polda Jabar

Pada pemeriksaan pertama di Mapolda Jabar pada Selasa (18/12), Bahar bin Smith sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Dari informasi yang dihimpun, Bahar bin Smith dilaporkan ke Polres Bogor, karena diduga secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap anak.

Terduga korban berinisial MHU (17) dan JA (18) beralamat di Bogor. Mereka diduga dianiaya di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor pada Sabtu, 1 Desember 2018. Perbuatan itu bertentangan dengan Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP dan atau Pasal 80 Undang-Undang Tahun 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QCRJVO
December 19, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QCRJVO
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Israel Gabung Badan Anti-Pencucian Uang untuk Hadapi Iran

Iran berada di bawah pengawasan FATF.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel telah diterima menjadi anggota Financial Action Task Force (FATF). FATF merupakan badan kerja sama antarpemerintah  yang bertujuan untuk memerangi  pencucian uang dan pendanaan terorisme.

FATF mengkonfirmasi bahwa Israel menjadi anggota ke-38. Kementerian Kehakiman Israel mengatakan bergabungnya Israel sebagai anggota FATF dapat membantu mempengaruhi kebijakan Israel terhadap musuh regionalnya yakni Iran.

Iran telah berada di bawah pengawasan dari organisasi yang berbasis di Paris itu. Israel juga telah melobi kekuatan dunia untuk membantu memotong pendanaan  Hizbullah dan Hamas.

Kepala departemen anti-pencucian uang dan terorisme Departemen Kehakiman Israel, Shlomit Wagman-Ratner, mengatakan bergabungnya Israel dengan FATF merupakan tujuan strategis nasional. Menurutnya, dengan menjadi anggota FATF maka akan memungkinkan sektor keuangan Israel berfungsi lebih mudah dalam ekonomi internasional.

"Faktor tambahan yang signifikan adalah bahwa, untuk pertama kalinya, Israel akan dapat mengambil bagian dalam menetapkan aturan internasional dalam bidang pembiayaan teror dan pencucian uang, aturan yang harus tunduk pada peristiwa apa pun," katanya.

FATF yang berbasis di Paris mengatakan Israel telah menjadi pemerhati di organisasi tersebut sejak Februari 2016. Meningkatnya status Israel menjadi anggota melalui proses evaluasi.

"Selama proses yang menuntut ini, negara itu menunjukkan komitmennya untuk melindungi integritas sistem keuangan," kata Presiden FATF, Marshall Billingslea.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Eo47m1
December 10, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Eo47m1
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Syiar Islam di Negeri Sombrero

Islam kini semakin diterima di kalangan penduduk Meksiko

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Geliat syiar Islam di Meksiko terus berkembang.

Berdasarkan statistik yang dihimpun oleh Pew Research Center pada 2013, saat ini terdapat sekitar 126 ribu Muslim di Negeri Sombrero itu .

Seiring dengan kenaikan populasi pemeluk Islam tersebut, jumlah masjid di negara Amerika Latin itu kini juga bertambah. Seperti yang terjadi di Tijuana misalnya, sebuah kota yang terletak di perbatasan AS dan Meksiko. Sebelumnya, kota itu hanya memiliki satu masjid. Namun, sekarang sudah ada dua masjid yang berdiri di Tijuana.

Masjid baru yang dibangun di Tijuana usianya sudah empat tahun. Bangunan itu bukan sekadar dijadikan tempat beribadah oleh kaum Muslim setempat, melainkan juga berfungsi sebagai sarana komunitas sosial.

Menurut informasi yang dihimpun media Turki, World Bulletin, ada sekitar 200 Muslim yang menjadi jamaah masjid baru tersebut. Mereka berasal dari beberapa negara, seperti India, Kosta Rika, negara-negara Karibia, AS, dan Meksiko sendiri.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun penyiaran milik Universitas San Diego, AS, seorang mualaf bernama Amirr Carr mengaku merasakan kedamaian di dalam Islam. Saat ini dia rutin mengikuti shalat berjamaah di salah satu masjid di Tijuana. Padahal, sebelumnya pria itu sempat menjalani hidup sebagai anggota geng narkoba.

“Dulu saya adalah seorang kurir narkoba yang banyak menghabiskan waktu di jalanan. Namun, Islam akhirnya benar-benar mengubah hidup saya,” kata Carr.

Anggota komunitas Muslim Tijuana lainnya, Samuel Cortes, mengungkapkan hal serupa. Lelaki asal Los Angeles, AS, itu sebelumnya juga menjalani profesi yang sama dengan Carr. Ia bahkan dideportasi dari AS lantaran kejahatan yang pernah dilakukannya saat masih aktif terlibat dalam geng narkoba. Keluarga Cortes kini masih menetap di Los Angeles.

“Setelah masuk Islam, saya merasakan perubahan yang besar dalam hidup saya. Jika terus berada di dalam geng, bisa jadi sekarang ini saya sudah menjadi pembunuh atau malah terbunuh,” ujarnya.

Meksiko selama ini dikenal sebagai negara yang didominasi oleh penganut Katolik Roma. Kendati demikian, persentase pemeluk Katolik di sana telah mengalami penyusutan dalam beberapa dekade terakhir, dari yang dulunya berjumlah 96,7 persen kini menjadi 82,7 persen.

Sementara, pada waktu yang bersamaan, jumlah pemeluk Islam di Meksiko selalu meningkat setiap tahunnya. Menurut data statistik Pew Research Center, jumlah Muslim di negeri itu bertambah 15 ribu jiwa hanya dalam kurun tiga tahun. Pada 2010, populasi Muslim di Meksiko sebanyak 111 ribu jiwa. Namun, pada 2013 jumlahnya naik menjadi 126 ribu jiwa.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh University of Wisconsin-Madison menyebutkan, sekitar setengah dari Muslim di Meksiko saat ini adalah kaum mualaf. Fakta tersebut memperkuat bukti bahwa Islam kini semakin diterima di kalangan penduduk Meksiko

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E8SXRw
December 07, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E8SXRw
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Cristian Gonzales: Insya Allah Masih Sanggup Main di Liga 1

Tapi El Loco tidak mau berbicara lebih banyak mengenai spekulasi masa depannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Striker senior PSS Sleman Cristian Gonzales merasa masih sanggup berkompetisi di Liga 1 Indonesia musim depan. Striker yang sudah berusia 42 tahun itu baru saja sukses mengantarkan Laskar Elang Jawa promosi ke Liga 1 musim depan.

Gonzales juga membawa klubnya itu menjadi kampiun Liga 2 musim ini. "Insya Allah masih sanggup main di Liga 1. Saya bersyukur membawa klub ini promosi," kata Gonzales dikutip dari laman resmi Liga Indonesia, Rabu (5/12).

Kesuburan striker berjuluk El Loco itu masih terjaga. Musim ini, bekas pemain Persik Kediri, Persib Bandung, dan Arema FC itu mencetak 14 gol bagi PSS di Liga 2.

Gonzales menjadi top skorer buat klub yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo itu. Satu gol ia sumbangkan saat PSS mengalahkan Semen Padang di partai final di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (4/12) kemarin.

Tapi Gonzales tidak mau berbicara lebih banyak mengenai spekulasi masa depannya. Sejak awal, PSS hanya memberinya kontrak semusim. Gonzales belum mengetahui apakah PSS akan memperpanjang kontraknya untuk tahun depan.

Terakhir, mantan pemain timnas Indonesia itu bermain di Liga 1 musim lalu bersama Arema FC. Kontraknya tidak diperpanjang Singo Edan karena usianya sudah berkepala empat.

Namun Gonzales menolak dianggap tua. Begitu keluar dari Arema, ia pindah ke Madura United untuk Piala Presiden 2018. Saat Liga 2 dimulai, ia menerima pinangan PSS. "Kontrak saya sudah habis di PSS. Saya tidak bisa bicara banyak," ujar Gonzales menjelaskan.

Setelah tugasnya selesai bersama PSS, sementara waktu pria kelahiran Uruguay itu ingin mengambil jatah libur. Gonzales ingin menikmati waktu bersama keluarga dengan pergi liburan. Barulah pada tahun depan ia memikirkan kelanjutan kariernya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EfzE9H
December 05, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EfzE9H
via IFTTT
Share:

RUU Minol tak Kunjung Selesai, Komitmen Parpol Dipertanyakan

Anggota DPD menyesalkan alot dan berlarut-larutnya pembahasan RUU Minol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris menyesalkan alot dan berlarut-larusnya pembahasan Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU LMB). Fahira mempertanyakan komitmen partai politik (parpol) dalam menyelesaikan ruu tersebut.

Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) ini mengatakan, Padahal di lapangan pelanggaran terkait minol dan tindakan kriminal yang dipicu minol di berbagai daerah di Indonesia sangat marak terjadi. Dia mengaku pesimis RUU LMB bisa selesai dibahas terlebih di tahun politik seperti ini.

Oleh karena itu, sudah saatnya publik mengangkat persoalan RUU LMB ini ke pentas Pemilu 2019 dengan menarik komitmen parpol dan para capres terhadap larangan minol di republik ini. "Mau sampai kapan persoalan minol yang begitu serius ini kita biarkan saja tanpa ada aturan undang-undangnya. Negeri ini seperti tidak punya skala prioritas,” ujarnya, Rabu (5/12).

Padahal, lanjut Fahira, jika ditinjau dari sisi substansi, RUU LMB ini sudah sangat bagus, ideal, dan menjadi solusi persoalan miras yang begitu kompleks. Kata 'larangan' pada judul, sebenarnya adalah sebuah semangat dari RUU ini akan bahaya konsumsi minol terutama bagi generasi muda.  Karena masih kata Fahira, dalam RUU ini, minol masih diperbolehkan untuk kepentingan terbatas sehingga tidak dilarang total.

"Jadi banyak yang salah kaprah. Intinya minol dalam RUU ini diatur untuk kepentingan terbatas dan ini sebenarnya menjadi solusi," jelasnya.

Salah satu persoalan utama maraknya pelanggaran minol saat ini, lanjut Fahira adalah, ringannya sanksi hukum. Sebab belum ada aturan hukum khusus tentang minol yang tegas dan berlaku nasional. Persoalan lainnya adalah, walau sudah merdeka 73 tahun, bangsa ini belum mempunyai program nasional sosialisasi bahaya minol dan program rehabilitasi pecandu minol. Kondisi ini mengakibatkan tingkat konsumsi minol semakin tinggi.

"Semua persoalan ini (sanksi hukum dan kewajiban pemerintah melaksanakan sosialisasi bahaya minol dan memfasilitasi rehabiltasi pecandu minol) dijawab tuntas oleh RUU LMB ini. Keduanya menjadi kewajiban pemerintah. Jadi isi dan substansinya sangat bagus. Makanya kita heran kenapa tidak juga selesai dibahas," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SwdLWH
December 05, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SwdLWH
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Polisi Tangkap Suami Istri Penipu Bisnis Berlian

Pelaku menawarkan kepada korban untuk menjadi agen penjual berlian

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polisi meringkus sepasang suami istri pelaku tindak pidana penipuan dengan modus bisnis berlian abal-abal dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Kapolsek Semarang Timur Ipda Agil Widiyas mengatakan, kedua pelaku ini sempat meminta sejumlah uang dahulu terhadap korbannya.

Kedua pelaku masing-masing Suparman (57) dan Muzilah (49) warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ditangkap di sebuah hotel di Kota Semarang setelah dijebak korbannya. Ia mengatakan tindak pidana tersebut bermula ketika kedua pelaku menawarkan usaha jual beli berlian terhadap korbannya yang merupakan seorang pengusaha toko alat musik di Kota Semarang.

"Pelaku ini kenal korbannya karena sering membeli alat musik di toko korban," katanya di Semarang, Jumat (30/11).

Pelaku kemudian sempat menunjukkan sebuah batu berukuran besar yang disebutnya sebagai berlian. "Pelaku mengaku kepada korban berlian itu sempat ditawar hingga Rp 80 miliar," kata Widiyas.

Menurut dia, pelaku juga menawarkan kepada korban untuk menjadi agen penjual berlian asal Kalimantan itu. Untuk meyakinkan korban, pelaku juga mengatakan memiliki usaha pendulangan berlian di Kalimantan.

Widiyas menambahkan, pelaku kemudian meminta sejumlah sebagai uang muka untuk bisnis tersebut. "Pelaku juga meminta uang dengan alasan untuk biaya perbaikan mesin pendulang emas miliknya yang rusak," katanya.

Korban sudah sempat memberikan uang sekitar Rp 7,5 juta kepada pelaku. Perbuatan pelaku terbongkar karena batu "berlian" yang disebut bernilai hingga Rp 80 miliar tersebut ternyata terbuat dari bongkahan kaca. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SjidrW
November 30, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SjidrW
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Ternyata Ada Lipstik Berbahan Cacing, Apa Hukumnya?

Ekstrak cacing menurut Mazhab Syafii tidak boleh dipergunakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Penggunaan cacing untuk pengobatan dan kecantikan merupakan salah satu metode kuno yang banyak dipergunakan dalam sejarah peradaban manusia. Tak terkecuali di dunia kecantikan modern. Ekstrak cacing ternyata juga menjadi salah satu bahan penting yang tak pernah dilewatkan. 

Seperti apakah penggunaan cacing dalam kosmetik? Direktur Halal Centre Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir Nanung Danar Dono menjelaskan, ada tiga macam pigmen cacing yang harus diperhatikan. Pertama, pigmen darah yang berwarna merah, berwarna hijau dan tidak berwarna. Yang berwarna hijau merupakan jenis pigmen yang bisa menyala di kegelapan, yang ternyata telah digunakan ahli-ahli kosmetik di Jepang untuk lipstik.

Lipstik yang menggunakan bahan itu biasanya biasa saja ketika dipakai, tapi terlihat sangat menarik dari kejauhan atau kegelapan. Terkait hukumnya, Nanung merasa harus disesuaikan kepada masing-masing orang.

"Ini kaidah fikih, ulama berpendapat kalau kita jijik terhadap cacing kita tidak boleh menggunakan itu," kata ujar Nanung yang juga auditor halal LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY itu saat mengisi Kajian Halal Class di Masjid Suciati Saliman, Rabu (21/11).  

Salah satu rujukan yang dapat digunakan tidak lain hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik tentang Khalid bin Walid yang disuguhkan daging dhab. Nanung berpendapat, kisah itu bisa menguatkan pemahaman terkait kasus di atas.

Menurut Nanung, ada memang hewan-hewan yang tidak masalah untuk dimakan, tapi haram dimakan jika kita merasa jijik terhadapnya. Kondisi itu dirasa bisa jadi panduan terhadap kandungan seperti pigmen cacing yang menjadi bahan kosmetik. 

Lantas bagaimana dengan pendangan fikih terhadap penggunaan ekstrak cacing dalam kosmetik? Menurut Mazhab Syafii, hukum mengonsumsi cacing dan menggunakan ekstraknya tidak diperbolehkan. Pengharaman ini kembali kepada fakta bahwa, cacing termasuk binatang yang menjijikkan (khabaits). “Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS al A’raf: 157).

Sementara, menurut Mazhab Maliki, konsumsi cacing hukum dasarnya adalah  halal. Namun, konsumsi ini tidak boleh jika ada unsur yang membahayakan.

Fatwa MUI yang dirilis pada tahun 2000 menyebutkan, terdapat dua pandangan hukum terkait dengan mengonsumi atau menggunakan ekstrak cacing. Pendapat Imam Malik, Ibn Abi Laila, dan al-Auza’i menghalalkan memakan cacing sepanjang bermanfaat dan tidak membahayakan. Namun, ada pula yang mengaramkan konsumsi cacing, seperti Imam Syafi’i.

Dalam fatwa MUI itu juga disinggung hukum membudidayakan cacing untuk diambil manfaatnya, tidak untuk dimakan. Aktivitas tersebut dinyatakan tidak bertentangan dengan hukum Islam. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BuoNWP
November 25, 2018 at 06:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BuoNWP
via IFTTT
Share: