Showing posts with label 2018 at 10:44PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:44PM. Show all posts

Friday, December 14, 2018

Kapendam: Jika Terlibat, Anggota Bisa Dipecat dan Dipenjara

Pihak TNI masih mengklarifikasi kabar ada anggota yang terlibat dalam ricuh Ciracas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi mengungkapkan, anggota TNI yang terlibat dalam perusakkan Polsek Ciracas, dipastikan akan menerima hukuman dari peradilan militer. Ia mengatakan, hukuman peradilan militer lebih berat dari hukum biasa.

“Pasti dong (kena sanksi), harus peradilan militer. Ini lebih berat, saya pastikan lebih berat, bisa dipenjara, dipecat, hilang pekerjaan,” ujar Kristomei di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/12).

Ia akan mendalami lebih lanjut kabar salah satu oknum TNI yang menggerakkan massa untuk mendatangi dan menghancurkan Polsek Ciracas. Kapendam juga berjanji akan mengungkap para pelakunya dalam waktu dekat dan masyarakat diminta untuk bersabar karena ia masih mengecek satu per satu mulai dari satuan Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

"Kita lihat dulu, betul bukan TNI. Kita nggak bisa berandai-andai, kan katanya anggota TNI. Kalau hanya katanya, bagaimana membuktikannya? Kita fokus dulu untuk menjawab semua pertanyaan tadi,” jelas dia.

Baca juga, Keganjilan-Keganjilan Penyerangan Mapolsek Ciracas.

Ia memastikan, Kapten Komaruddin tidak melakukan konsolidasi kepada seluruh anak buahnya terkait pengeroyokan yang menimpanya. Karena setelah kejadian, pihaknya mengecek apakah ada anggota yang keluar dari kesatrian atau tidak, dan ternyata pada saat itu dilaporkan kepada Pangdam Jaya, satuan tidak ada yang keluar.

Sekelompok massa menyerang Polsek Ciracas pada Selasa (11/12) sekitar pukul 22.00 WIB. Para pelaku disebut ingin melihat secara langsung tersangka yang telah mengeroyok satu anggota TNI dan satu anggota Paspampres di wilayah Cibubur, Jakarta Timur. Mereka merasa tidak puas lantaran kepolisian dianggap tidak serius menangani kasus pengeroyokkan itu.

Mereka awalnya hanya menanyakan dimana pelaku pengeroyokan itu ditahan, dan sudah dijawab oleh kepolisian bahwa pelaku sedang dalam pengejaran. Tak puas dengan jawaban polisi, mereka langsung beraksi menghancurkan polsek membabi buta.

“Mereka ada yang merusak mobil, ada yang merusak kantor, dan ada tiga anggota yang sakit, dua anggota sudah rawat jalan yang satu masih di rawat di RS Polri Kramat Djati. Yang masih dirawat ini Kapolsek-nya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/12).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UHU9ks
December 14, 2018 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UHU9ks
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Polisi Surabaya Bubarkan Aliansi Mahasiswa Papua

Aksi Aliansi Mahasiswa Papua berpotensi membuat ricuh Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membubarkan Aliansi Mahasiswa Papua dengan memulangkan ratusan orang yang tergabung di dalamnya ke daerah asal masing-masing. Gesekan terjadi saat kelompok itu meneriakkan 'Papua merdeka.'

"Alhamdulillah, proses pemulangannya malam ini berlangsung dengan lancar," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan kepada wartawan, di Surabaya, Jawa Timur, Ahad.

Dia mengatakan ratusan orang yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua itu seluruhnya diamankan dari sebuah rumah yang dikenal sebagai mess mahasiswa asal Papua, di Jalan Kalasan Surabaya, pada sekitar pukul 01.00 WIB, Ahad dini hari.

Sehari sebelumnya, Sabtu (1/12) pagi, mereka menggelar aksi di kawasan Bambu Runcing Surabaya. Menurut Rudi, aksi mereka berpotensi membuat rusuh Kota Surabaya karena diduga bermuatan radikal atau makar. "Terbukti ada massa dari ormas lain yang datang untuk menghalau aksi mereka," katanya.

Dia menyebut total personel Aliansi Mahasiswa Papua yang diamankan berjumlah 233 orang. Satu per satu dari mereka diinterogasi di Markas Polrestabes Surabaya.

"Ratusan orang asal Papua itu datang dari berbagai daerah. Setelah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, malam ini kami antarkan mereka ke mess di Jalan Kalasan Surabaya untuk mengambil barang-barangnya, sebelum kemudian dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing," katanya pula.

Pemulangan mereka menggunakan tiga bus yang disediakan oleh Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Satu bus berisi 50 orang menuju Kota Malang. Sedangkan dua bus, masing-masing berisi 57 dan 33 orang menuju Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo dengan pengawalan ketat aparat.

Selain itu, sebanyak 83 orang lainnya pulang sendiri-sendiri saling berboncengan mengendarai sepeda motor.

Rudi menjelaskan rombongan dua bus yang menuju ke Bungurasih berisi mahasiswa asal Papua yang beraktivitas di berbagai daerah. "Sehingga sesampainya di Bungurasih, masing-masing nanti diarahkan ke bus yang menuju ke daerahnya," ujarnya pula.

Baca juga, Kapolri Sebut Papua Masih Jadi Daerah Rawan di Pemilu 2019.

Sedangkan 83 orang yang pulang mengendarai sepeda motor berboncengan, menurut Rudi, rumahnya memang tak jauh dari mess Jalan Kalasan Surabaya. "Mereka tinggalnya di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya," katanya pula.

Rudi menegaskan pemulangan mereka bukan soal melarang kebebasan berserikat, berkumpul atau mengemukakan pendapat di muka umum, melainkan perkumpulan ini dirasakan mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya. "Kami tidak ada kompromi. Mereka tidak boleh berkumpul lagi," ujarnya lagi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SoT7I9
December 02, 2018 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SoT7I9
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Istiqlal Siap Menampung Peserta Reuni 212

Pengurus Istiqlal menyebut reuni 212 terasa lebih sepi dibandingkan yang lalu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peserta aksi reuni 212 diperbolehkan untuk istirahat dan bermalam di mesjid Istiqlal. Dalam keterangan yang diberikan oleh Kabag Humas dan Protokol Badan Pelaksana Pengelola Mesjid Istiqlal (BPPMI), Abu Hurairah, menyatakan bahwa pihaknya beserta semua karyawan dan petugas sudah mendapatkan intruksi dari pimpinan Istiqlal untuk bisa melayani saudara- saudara  peserta reuni 212.

Dikatakan Abu, pihak koordinator persaudaraan Alumni 212 sebelumnya sudah mengirim surat secara resmi pada pihak BPPMI untuk meminta ketersediaannya melayani atau mempersilahkan peserta- peserta reuni dari luar kota yang ingin beristirahat maupun bermalam pada hari sabtunya (1/12) di mesjid Istiqlal. “Dan itu sudah kami tanggapi dengan baik sesuai intruksi dari pimpinan kami untuk dapat melayani para peserta aksi”, ujarnya, Sabtu (1/12).

Pada pernyataannya, mesjid Istiqlal tidak menyediakan fasilitas khusus untuk peserta reuni 212. Pihaknya pun mengimbau, jika para peserta aksi ingin tidur sebaiknya tidak tidur diatas karpet merah ruang utama.

Karena di tempat itu khusus untuk sholat, khawatirnya Jika  tidur di karpet tersebut nantinya dapat menghalangi orang yang hendak sholat atau menyebabkan karpet itu menjadi kotor. Abu menyampaikan, peserta yang ingin tidur bisa di koridor atau di bagian tempat yang lainnya.    

Abu mengatakan, bahwa yang paling penting adalah kerja sama bagi para peserta reuni yang akan mampir beristirahat di mesjid Istiqlal. Seperti halnya menjaga kebersihan dari sisa- sisa makanan, tidak diperbolehkanya merokok di dalam area mesjid, selanjutnya peserta diharapkan efisien saat menggunakan air mesjid.

“Air ini memang sensitif, karena memang memakai mesin yang berguna untuk mendorong air dapat mengalir dengan deras ke seluruh keran di area mesjid ini. Oleh karena itu penggunaan air nantinya kami perlu matikan pada jam 23.00 WIB, guna mendinginkan mesin pemompa air tersebut”, ucap Abu.

Terkait parkiran pihak Istiqlal mempersilahkan para pengemudi kendaraan bisa menaruh kendaraannya di area parkiran mesjid Istiqlal. Menurut Abu, sudah biasa bagi masjid Istiqlal mempersilahkan area parkiran untuk dapat dimanfaatkan para pengendara guna menitipkan kendaraannya, meskipun acaranya dilakukan di area monas.

Abu pun mengatakan, bahwa Pengelola mesjid Istiqlal tidak menyediakan fasilitas konsumsi bagi para peserta reuni PA 212.  Menurutnya, sejak tahun- tahun lalu ketika ada acara reuni 212, istiqlal tidak melayani konsumsi bagi peserta aksi.

 Biasanya konsumsi itu diberikan para donator di sekitaran area mesjid Istiqlal ataupun ada para donator yang menitipkan kepada petugas Istiqlal untuk bisa disalurkan ke para peserta reuni. “namun sampai saat ini belum ada donator yang mulai menitipkan konsumsi kepada petugas di istiqlal”, ungkap Abu.

Abu mengatakan bahwa reuni Persaudaraan Alumni 212 saat ini dirasa lebih sepi jika dibandingkan waktu tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, pada tahun sebelumnya para peserta reuni yang mampir ke Istiqlal di waktu ini sudah terlihat membludak. Namun Pada saat ini masih belum terlihat membludak jumlahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KKs8UH
December 01, 2018 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KKs8UH
via IFTTT
Share: