Showing posts with label 2018 at 05:57PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:57PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Polisi Belum Tentukan Steven Bandar Narkoba atau Bukan

Polisi masih menyelidiki dugaan pesinetron Steven Emmanuel adalah bandar narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Barat belum dapat memastikan pesinetron Steven Emmanuel adalah bandar narkoba atau hanya sebagai pengguna. Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendrizh mengatakan dari fakta yang didapat, saat ini diketahui Steven memiliki dan menguasai barang bukti.

"Di pasal 114 ayat dua itu dijelaskan bahwa ada unsur membeli, menjual, dan mengedarkan. Nanti kita lihat dulu unsur mana yang bisa masuk ke sana. Yang pasti, unsur membeli sudah masuk. Tinggal lihat unsur-unsur lain," kata Erick, Jumat (28/12).

Menurut Erick, alasan penggunaan narkoba oleh Steve diawali karena unsur pergaulan. Dari pergaulan, lanjutnya, tersangka juga kerap diberi narkoba oleh orang lain dan lama-kelamaan tersangka membeli sendiri.

Dalam konstruksi pasal tersebut, kata Erick, memberikan narkoba baik itu menjual ataupun memberi secara cuma cuma akan dikenai hukuman pidana berupa kurungan minimal 5 tahun penjara atau seumur hidup. Atau hukuman pidana dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Erick menjelaskan, hingga saat ini Steve belum menunjuk kuasa hukum sendiri sehingga kuasa hukum yang tersedia berasal dari pihak kepolisian. Hal itu menurutnya sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di mana setiap kasus penyelidikan atau pemeriksaan wajib didampingi oleh kuasa hukum.

"Karena pihak tersangka tidak memiliki kuasa hukum, maka pihak kepolisian yang menyiapkan (kuasa hukum)," ujarnya.

Ia juga menyebut hingga saat ini pihak keluarga Steve sudah menjenguk yang bersangkutan namun belum mengajukan permohonan rehabilitasi. Saat ini Polres Metro Jakarta Barat tengah berkoordinasi dengan polisi internasional (interpol) terkait kasus kepemilikan kokain oleh Steve Emmanuel yang diketahui merupakan kokain impor asal Belanda.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Barat menangkap Steve Emmanuel di sebuah Kondominium Kintamani A/17/06 RT 01 RW 014, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12). Pada tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 92,04 gram kokain impor asal Belanda, alat hisap, serta plastik penyimpanan kokain.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2s0jeKu
December 28, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2s0jeKu
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Tsunami Selat Sunda, Telkom: Layanan Komunikasi Sudah Normal

Beberapa menara BTS di kawasan Anyer sempat tidak berfungsi pascatsunami

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menyatakan, seluruh layanan TelkomGroup baik seluler maupun nonseluler tetap berfungsi normal. Hal itu usai terjadinya tsunami dan gelombang tinggi di kawasan Anyer, Provinsi Banten dan Kalianda Lampung, pada Sabtu (22/12) malam.

“Pantauan kami, hingga hari Minggu siang belum ada laporan gangguan layanan. Baik untuk Telkomsel,  IndiHome maupun layanan lainnya,” ujar Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo melalui keterangan resmi, Ahad (23/12).

Arif menjelaskan, meskipun ada beberapa menara Base Transceiver Station (BTS) di area Anyer yang sempat tidak berfungsi akibat terganggunya catuan. Hanya saja ayanan seluler pelanggan tetap dapat berfungsi normal.

TelkomGroup, kata dia, melalui Posko Siaga Natal dan Tahun Baru akan terus memantau dan terus menyiagakan personal. Tujuannya mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan layanan pelanggan.

Ia menjelaskan, seluruh jajaran TelkomGroup menyatakan turut berbela sungkawa dan duka cita mendalam atas terjadinya musibah tsunami yang melanda sebagian kawasan di  Selat Sunda. "Kami berharap kondisi di kedua daerah terdampak dapat segera pulih," tutur Arif.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PXETMI
December 23, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PXETMI
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Madrid Vs Vallecano, Keylor Navas Tuntut Keadilan

Madrid Vs Vallecano

Foto: MgROL100

REPUBLIKA.CO.ID,

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rCqZ9h
December 15, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rCqZ9h
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Ini yang Diangkat di Film Biopik Taufiq Kiemas

Selain sisi perjuangan, film biopik ini menceritakan kisah cinta dengan Megawati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film perjuangan Taufiq Kiemas akan diangkat ke layar lebar dan diputar serentak  di seluruh bioskop Indonesia pada Maret 2019. M. Yamin selaku produser menjelaskan film ini diperankan oleh aktor-aktor Indonesia ternama.

Sosok Taufiq Kiemas diperankan oleh Achmad Megantara kemudian figur Bung Karno diperankan Ray Sahetapy,  Megawati Soekarnoputri diperankan oleh Agniniy Haque dan  Tjik Agus Salim (Ayahanda Taufiq Kiemas) diperankan oleh Ferry Salim.

"Film ini telah berproduksi sejak hampir setahun lalu dan mengambil tempat syuting di Palembang, Yogyakarta dan Jakarta. Sumber informasi film ini diambil dari buku-buku tentang Taufiq Kiemas dan dari wawancara dengan  keluarga Taufiq Kiemas yang dikoordinatori oleh putri beliau, Puan Maharani", ujar Yamin, Kamis (13/12), saat bersilaturahim dengan pimpinan MPR.

Sosok Taufiq Kiemas merupakan Ketua MPR RI periode 2009-2013. Politikus PDI Perjuangan itu lahir di Jakarta pada 31 Desember 1942 dan meninggal di Outram, Singapura pada 8 Juni 2013 pada usia 71 tahun setelah meresmikan Patung Bung Karno merenungkan butir-butir Pancasila tanggal 1 Juni 2013 di Ende NTT.

Dia mengatakan, figurnya Taufiq dikenal sebagai sosok negarawan dan dermawan  serta politikus ulung Indonesia. Taufiq Kiemas juga merupakan suami dari Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah  mengatakan selain sisi perjuangan, bagian lain yang juga ditampilkan adalah kisah cinta antara Taufiq Kiemas dengan istrinya tercinta, Megawati Soekarnoputri. Film ini juga disajikan dengan gaya milenial, tujuannya agar pesannya bisa dipahami dengan cepat dan gamblang oleh generasi milenial.

"Film ini penting untuk ditonton oleh bangsa Indonesia, khususnya generasi muda bangsa agar mereka memahami sejarah perjuangan para tokoh-tokoh bangsanya," urai Basarah.

Basarah berharap bahwa generasi muda dapat memetik hikmah dari film ini. Sebab bangsa besar adalah bangsa yang menghargai peran sejarah dan jasa generasi terdahulu.

"Sejarah adalah hikmah bagi kita semua. Dengan menyaksikan film ini, kita harapkan generasi muda bisa meneladani jejak perjuangan almarhum Taufiq Kiemas dan tidak lagi menghadap-hadapkan antara Islam dan Nasionalisme dalam posisi diamateral," kata Basarah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QO5wYT
December 13, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QO5wYT
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Lembaga Zakat di Negara Minoritas Muslim Perlu Penguatan

Pengembangan lembaga zakat itu dilakukan dengan membuat program kerja sama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Zakat Dunia atau World Zakat Forum (WZF) menyoroti lembaga zakat di negara-negara minoritas Muslim. Pada Konferensi Internasional WZF yang digelar di Melaka, Malaysia, setidaknya 11 resolusi dihasilkan dalam rangka memperkuat kerja sama zakat global.

Konferensi WZF ke-7 tersebut mengangkat tema 'Memperkuat Kerja Sama Zakat Global dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat'. Salah satu resolusi yang dihasilkan, ialah memperkuat kapasitas Organisasi Manajemen Zakat (OZM) di negara-negara minoritas Muslim. Selain itu, konferensi itu juga menyerukan semua negara Muslim termasuk anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan organisasi zakat di negara-negara minoritas Muslim untuk bergabung dengan WZF.

Deputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), M Arifin Purwakananta, mengatakan konferensi itu juga membahas bagaimana anggota WZF juga diikuti lembaga-lembaga zakat di negara dengan minoritas Muslim. Diharapkan WZF bisa mengajak lembaga zakat di negara-negara seperti Amerika, Australia, Inggris, dan lainnya untuk bergabung dengan WZF. Namun ia mengatakan sudah ada wakil-wakil organisasi zakat dari Australia dan Inggris yang masuk dalam gerakan WZF.

"Sudah ada lembaga-lembaga zakat anggota WZF yang berasal dari negara minoritas Muslim, Inggris, Amerika, Australia. Kami akan mengarah kepada Jepang, Korea, di mana sudah ada potensi migran Muslim yang berada di negara-negara itu untuk bisa mengembangkan lembaga zakat," kata Arifin, saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (8/12).

Arifin melanjutkan, langkah mengembangkan lembaga zakat tersebut salah satunya dilakukan dengan membuat program-program kerja sama dan saling berbagi pengalaman antar lembaga zakat. Harapannya, kata dia, percepatan penguasaan kapasitas lembaga zakat di dunia akan lebih cepat.

Dalam hal ini, ia mengatakan Baznas ingin sekali membagi pengalaman zakat di Indonesia yang sudah dianggap maju kepada lembaga zakat di seluruh dunia. Menurutnya, Baznas sendiri akan membuka diri untuk bekerja sama dengan lembaga zakat di berbagai negara minoritas Muslim untuk saling membagi pengalaman terbaik guna kemajuan pengelolaan zakat di negara masing-masing. Untuk negara Muslim yang saat ini dilanda konflik, Arifin mengatakan WZF sangat berhati-hati untuk masuk ke area konflik tersebut.

"Kami malah mengarah pada kerja-kerja promosi mengembangkan zakat di tempat-tempat yang lebih kondusif, agar fase memajukan zakat ini bisa lebih kuat dan fokus pada pengembangan zakat dan penguatan kerja sama lembaga zakat di dunia," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zU3IE3
December 11, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zU3IE3
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Perpanjangan Dominasi Manchester City

Manchester City melanjutkan dominasi .

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID,

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ACnvYf
November 30, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ACnvYf
via IFTTT
Share:

Program Dompet Dhuafa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dompet Dhuafa Banten menggagas program Desa Berdaya Linduk.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Indonesia dikenal dengan kekayaan hasil lautnya. Jika dikelola secara maksimal, daerah pesisir dengan segala potensi dan kekayaan yang ada dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Pesisir utara Banten dengan salah satu komoditi Bandeng, terkenal dengan produk olahan sate bandengnya. Atas dasar potensi yang begitu besar itulah, Dompet Dhuafa (DD) melalui cabang Banten menggagas sebuah program yang diberi nama Desa Berdaya Linduk di Kampung Linduk, Desa Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten.

Manajer Program Dompet Dhuafa Banten, Fita Berliana Akbar, mengatakan Dompet Dhuafa Banten fokus kepada budidaya ikan Bandeng dengan tujuan meningkatkan produksi ikan bandeng. Hal itu diharapkan bisa berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi para penerima manfaat yang diberdayakan.

Selain itu, ia mengatakan Dompet Dhuafa juga memberikan bantuan permodalan, pendampingan dan penyuluhan perikanan. Bantuan itu agar bukan hanya berdampak secara ekonomi, melainkan penerima manfaat juga bisa meningkat taraf keilmuannya tentang budidaya ikan bandeng. Program ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sepanjang teluk Banten.

"Pada pelaksanaanya, program ini kami sinergikan dengan beberapa pihak yang expert di bidangnya. Salah satunya kerja sama dengan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, ini menunjukan bahwa pendampingan yang kami lakukan terhadap penerima manfaat sangat serius," kata Fita, dalam keterangan rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (30/11).

Ia mengatakan, Desa Berdaya Linduk merupakan Sebuah program berbasis pengembangan sumber daya manusia dengan cara meningkatkan ketrampilan atau skill penerima manfaat program. Nantinya, program itu ditujukan agar dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan penghasilan atau menciptakan lapangan pekerjaan.

Dengan memberdayakan sembilan penerima manfaat pemberdayaan budidaya ikan bandeng, Dompet Dhuafa Banten dapat mendampingi penerima manfaat secara intens untuk meningkatkan penghasilan, keilmuannya. Bahkan, bisa beranjak dari mustahik menjadi muzzaki.

Setelah program budidaya ikan bandeng oleh Dompet Dhuafa itu berjalan tujuh bulan, para penerima manfaat yang mengelola tambak bandeng seluas tujuh hektare sudah bisa memanen hasil budidaya bandengnya. Dengan panen perdana yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa dapat mengurangi angka kemiskinan di daearah pesisir Banten. Panen perdana bandeng ini menunjukan berkah luar biasa dari zakat yang ditunaikan oleh para muzzaki melalui Dompet Dhuafa Banten.

"Semoga program serupa maupun program-program pemberdayaan bisa terus bergulir dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan, agar kehidupan bisa meningkat, keilmuan naik derajat, bukti berkah dan manfaat zakat," tambah Fita.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TZpJdi
November 30, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TZpJdi
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Head to Head PSG vs Liverpool

Liga Champions, PSG vs Liverpool.

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID,

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FVzm9Z
November 27, 2018 at 05:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FVzm9Z
via IFTTT
Share: