Showing posts with label 2019 at 09:00AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:00AM. Show all posts

Friday, May 31, 2019

Mikha Tambayong Diterima di Kelas Internasional Harvard

Mikha Tambayong diterima di Universitas Harvard untuk kelas internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selebritas Mikha Tambayong meluapkan kegembiraannya setelah diterima di Universitas Harvard, Amerika Serikat untuk kelas internasional. Kebahagiaannya itu diungkapnya melalui unggahan foto di akun Instagram @miktambayong.

"Hari ini, saya menerima surat penerimaan untuk melanjutkan studi di almamater saya dan pergi ke Universitas Harvard untuk kelas internasional," tulis Mikha pada keterangan foto akun Instagram yang dikutip, Jumat.

Ada dua foto yang diunggah oleh Mikha. Foto tersebut menampilkan Mikha bersama sang ibu, Deva Tambayong yang telah meninggal pada 3 Maret 2019.

Dalam keterangan foto tersebut, Mikha mengatakan bahwa bisa masuk Universitas Harvard adalah impiannya sejak kecil. Ia mengatakan, sang ibu adalah orang yang selalu memberikan dukungan agar cita-cita itu bisa tercapai.

"Saya hanyalah gadis kecil dengan mimpi yang besar sampai malaikat cantik ini menyerahkan hidupnya untuk fokus membantu saya sepenuhnya. Hanya sedikit rahasia yang kami berdua bagikan. Saya selalu ingin tahu bagaimana rasanya belajar di Harvard. Suatu hari katanya. Berdoalah, belajar dengan giat, dan kamu akan menerimanya," kata gadis yang namanya dikenal melalui sinetron "Kepompong" itu.

"Mama, ini semua untukmu. Saya berterima kasih kepada Tuhan untuk kehadiranmu dan Ayah setiap hari. Dan bagi semua orang dengan mimpi yang mungkin tampak mustahil, milikilah keberanian untuk memulainya dari yang kecil dan yang paling penting, hormati dan cintai orang tuamu setiap saat, karena doa mereka dapat membawanya jauh," ujar pemain film "Buffalo Boys" itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2We5opf
June 01, 2019 at 09:00AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2We5opf
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Tahukah Anda Unta Hewan Tersabar dan Terkuat di Gurun?

Unta menjadi inspirasi bagi masyarakat Badui dalam mencipakan puisi indah.

REPUBLIKA.CO.ID, Unta, merupakan salah satu hewan istimewa yang disebutkan dalam Alquran. Hewan ini tidak hanya bermanfaat juga sebagai moda transportasi utama pada masa lalu, tetapi juga sebagai binatang peliharaan yang favorit dengan nilai jual yang sangat tinggi. 

Alquran menempatkan binatang ini sebagai salah satu hewan yang layak dijadikan sebagai bahan tadabur terhadap penciptaan Allah SWT. Dalam Alquran surah al-Gasyiyah ayat ke-17: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan.”

Seorang profesor antropologi di Universitas King Saud di Riyadh, Saad Sowayan, mengatakan bahwa unta mengingatkan segala sesuatu yang berharga dalam kehidupan gurun. 

Menurutnya, unta memiliki kesabaran tanpa batas dan merupakan hewan yang terkuat, namun paling empuk.  

Sowayan mengenal dengan baik orang-orang Badui di Saudi utara dan unta mereka. Ia telah mendedikasikan diri selama puluhan tahun untuk mempelajari narasi lisan gurun pasir, etnografi dan warisan budaya yang telah muncul di tengah dan sekitar gurun pasir yang luas di al-Nafud al-Kabir.   

"Segala sesuatu yang terkait dengan cinta dan kasih sayang, ekspresi, kosakata dan penggunaannya, dipinjam dari unta," kata Sowayan, seperti dilansir dari AramcoWorld, Rabu (6/3).  

Di perpustakaan pribadinya, Sowayan mengatakan bahwa kata 'hanin' dalam bahasa Arab berarti 'merindukan sesuatu'. Kata itu dipinjam dari suara khas yang dibuat unta ketika dia merindukan anaknya. Keterikatan atau kasih sayang unta terhadap anaknya sangat kuat.  

Selain itu, ia menuturkan bahwa unta adalah hewan terkuat, yang paling bertahan lama dan paling sabar. Sehingga, kata dia, sosok orang yang berguna kerap dibandingkan dengan unta. 

Tanggungjawab besar dari kehidupan atau kepimpinan, jika seseorang adalah kepala suku, disamakan dengan beban unta yang membawa beban berat. 

Rekaman penelitian Sowayan menunjukkan adanya hubungan intim dan simbiosis antara dromedari (unta Arab) dan manusia yang telah berkembang selama 4.000 tahun sejak unta pertama dijinakkan di suatu tempat di Semenanjung Arab selatan. 

Bersamaan itu muncul sebuah korpus (badan hewan yang mati) yang sangat kompleks, terus berkembang dan misterius dari terminologi dromedari Arab. Menurutnya, ini bukan hanya kata dan metafora individual. 

owayan menjelaskan, unta secara harfiah menjadi sarana transmisi tradisi lisan. Banyak puisi dalam bentuk bahasa Arab tradisional yang disebut qasida. Biasanya, puisi ini menyertakan dedikasi lirik kepada unta yang membawa penyair dan syair sepanjang perjalanan jarak jauh. 

Dari sana, dromedari merasuki tradisi lisan Arab. Puisi dibawakan dengan perumpamaan, metafora, alegori, julukan dan motif yang semuanya merujuk kepada unta.  

Direktur Pusat Penelitian Unta di Universitas King Faisal di Hofuf, Arab Saudi, Faisel al-Mathen, mempelajari konservasi dan peningkatan genetika unta. Ia mengatakan, unta adalah hewan peliharaan terbesar dan hewan yang paling sulit dikelola dan ditangani. 

"Anda harus kuat untuk berurusan dengan mereka. Unta yang pemarah bisa dengan cepat dan tak terduga menendang ke segala arah dengan masing-masing kakinya," kata al-Mathen. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H7fzUI
March 08, 2019 at 09:00AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H7fzUI
via IFTTT
Share: