Showing posts with label 2019 at 12:10AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:10AM. Show all posts

Saturday, April 27, 2019

Hadapi Milan, Sirigu Tekankan Torino Jaga Konsentrasi

Torino dan Milan saling jegal pada laga pekan ke-34 Liga Italia di Stadion Olimpico.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Penjaga gawang Torino Slavatore Sirigu menegaskan timnya memiliki kesempatan untuk bersaing dengan AC Milan dalam memperbutkan tiket Liga Champions musim depan. Ia juga memberikan pujian pada pelatih Walter Mazzarri.

Torino dan Milan bakal saling jegal pada laga pekan ke-34 Liga Italia di Stadion Olimpico Grande, Turin, Senin (29/4) dini hari WIB. Jelang laga Sirigu bermabisi untuk mempertahankan tiga angka dari lawatan Iblis Merah.

"Kami telah menemukan kesinambungan dan kerja keras telah membuahkan hasil. Kami akan bermain untuk sesuatu yang penting melawan Milan dan mereka adalah tim yang memiliki karakteristik kuat," kata Sirigu dilansir Football Italia, Sabtu (27/4).

Il Toro saat ini berada di posisi ketujuh klasemen dengan perolehan 53 poin, hanya tertinggal tiga angka dari Milan di kursi keempat. Alhasil, jika Andrea Belotti cs mampu mengemas angka penuh di hadapan pendukung sendiri, peluang naik ke zona Liga Champions terbuka lebar.

Eks pemain Paris Saint-Germain (PSG) berharap rekan setimnya dapat mengambil contoh seperti ketika mereka berhadapan dengan Fiorentina. "Kami berada di bawah tekanan, tetapi kami tidak hancur dan tetap berkonsentrasi. Jadi, saat itu saya menyadari kami berada di jalur yang benar," kata dia.

Portiere 32 tahun juga berbicara tentang pelatihnya Walter Mazzarri dan perhatian terhadap detail permainan yang ia berikan di sesi latihan pemain. "Delio Rossi dan Antonio Conte sama seperti dia (Mazzarri)."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UYa2ae
April 28, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UYa2ae
via IFTTT
Share:

Sunday, April 7, 2019

Ini Saran Dwight Yorke Agar MU Kalahkan Barcelona

MU, kata dia, bisa mengalahkan tim favorit Barcelona yang diperkuat Lionel Messi.

REPUBLIKA.CO.ID,  MANCHESTER -- Mantan penyerang Manchester United (MU) Dwight Yorke memberikan saran kepada para juniornya yang sekarang menghuni skuat utama Iblis Merah. MU, kata dia, bisa mengalahkan tim favorit Barcelona yang diperkuat Lionel Messi pada babak perempat final Liga Champions 2018/2019.

MU akan lebih dahulu menjadi tuan rumah di Stadion Old Trafford, Kamis (11/4) dini hari WIB. Yorke meminta para pemain MU menampilkan kemampuan terbaiknya.

"Saya rasa tim harus berkonsentrasi penuh dan harus bermain sempurna untuk mengalahkan Barcelona," kata Yorke, dilansir Metro, Ahad (7/4).

Ia percaya Iblis Merah masih memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan di hadapan pendukung sendiri. Tetapi, itu harus direalisasikan dengan kerja sama yang bagus sejak awal laga.

"MU harus bermain sebagai sebuah tim dan tentu mereka juga membutuhkan sedikit keberuntungan di partai ini. Jika mereka bisa memperlihatkan itu maka peluang untuk menang terbuka lebar," kata dia.

Sebelumnya, Blaugrna baru saja memenangkan laga penting versus Atletico Madrid dengan skor 2-0 pada lanjutan La Liga akhir pekan kemarin. Sementara, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer menelan pil pahit usai menyerah dari tangan Wolverhampton 1-2.

Kemenangan atas Barcelona nantinya bisa menjadi suntikan motivasi Paul Pogba dan rekan setim untuk melewati sisa musim 2018/2019 ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FUg1T1
April 08, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FUg1T1
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

KPK Pastikan Menpora Dihadirkan Jadi Saksi di Persidangan

Menpora Imam Nahrawi akan menjadi saksi kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menghadirkan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam persidangan perkara dugaan suap dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. Nama Imam sebelumnya sempat disebut ada dalam daftar penerima fee terkait perkara tersebut.

"Dalam proses penyidikan sudah kami panggil (periksa), itu artinya jika dipandang relevan, apalagi kalau JPU sudah menyampaikan, ya tentu akan dihadirkan di persidangan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (6/4).

"Apa saja yang diklarifikasi yang terkait dengan pengetahuan Menpora atau hal-hal lain yang sudah pernah diperiksa pada saat penyidikan. Tapi, kapan persisnya jadwalnya, tentu saja itu menjadi domain dari penuntut umum. Nanti kalau sudah ada informasi yang akan disampaikan," tambah Febri.

‎‎Selama persidangan, Jaksa Penuntut KPK sebelumnya mengonfirmasi nama Menpora Imam Nahrawi yang tertera dalam catatan penerima suap dana hibah ini kepada para saksi. Bahkan, saat JPU KPK menghadirkan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora, Supriyono sebagai saksi untuk terdakwa Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy pada Kamis (4/4), ia  mengakui pernah beberapa kali diperintah oleh staf pribadi Menteri Miftahul Ulum, untuk mencari uang dari pihak eksternal. Uang-uang tersebut digunakan untuk keperluan menteri.

‎"Kalau buka bersama, yang sifatnya sama menteri pernah minta uang. Ada untuk makan, buka puasa, itu beberapa kali," kata Supriyono.

Menurut Supriyono, uang yang diminta itu besarannya mencapai puluhan juta rupiah. Menurut dia, permintaan untuk memfasilitasi kebutuhan keuangan itu sebenarnya bukan tugas dan kewajibannya. Namun, dia tetap penuhi permintaan itu karena merupakan perintah atasan.

"Tidak termasuk tugas saya, tapi kalau perintah pimpinan, ya saya laksanakan," kata Supriyono.

Dalam persidangan, Supriyono mengaku pernah diminta hal serupa oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Namun, permintaan Mulyana agar Supriyono mencari uang dari pihak eksternal dan membeli satu unit mobil Toyota Fortuner.

Untuk memenuhi permintaan Mulyana, Supriyono mengakui menerima uang dari Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy. Namun, Supriyono beralasan pemberian uang sebagai pinjaman.

Sementara saat dikonfirmasi keterlibatannya, Imam Nahrawi menegaskan, tidak tahu-menahu terkait kasus tersebut. Namun, Imam tetap akan menghargai proses hukum dan akan menjelaskan kebenarannya saat mendapat kesempatan. Menurutnya, itu hanya opini semata.

"Tentu saya menghargai proses hukum dan kita akan melihat nanti antara fakta dan opini yang dibangun. Tentu saya juga tidak tahu siapa yang membuat inisial inisial itu dan siapa yang menafsirkan inisial itu," kata dia.

Adapun dalam dakwaan Fuad, disebutkan dalam dakwaan pada 13 Desember 2018, sesuai arahan Miftahul Ulum yang merupakan staf pribadi Imam Nahrawi, Fuad memerintahkan Suradi mengetik daftar rincian para penerima dana komitmen fee dari pihak Kemenpora.

Dana hibah itu rencananya digunakan KONI untuk Pengawasan dan Pendampingan Seleksi Calon Atlet dan Pelatih Atlet Berprestasi Tahun Kegiatan 2018 sejumlah Rp 17.971.192.000. Fuad didakwa bersama-sama dengan Bendahara Umum Komite KONI Jhonny E Awuy menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto.

Johny dan Fuad didakwa menyuap pejabat Kemenpora dengan memberikan satu unit Toyota Fortuner, uang Rp 300 juta, kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta, serta ponsel Samsung Galaxy Note 9. Jaksa KPK menduga pemberian hadiah berupa uang dan barang itu bertujuan supaya Mulyana membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D2XCmm
April 07, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D2XCmm
via IFTTT
Share:

Jaga Posisi Plus Reputasi

SIGURDSSON (EVERTON) VS AUBAMEYANG (ARSENAL)

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID,

Everton Vs Arsenal
Liga Primer Inggris
Ahad (7/4) Pukul 20.05 WIB
Stadion Goodison Park

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2U23mCK
April 07, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2U23mCK
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Ronald/Annisa ke Putaran Dua Malaysia Open

Rinov/Pitha mengalahkan seniornya sendiri, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Ganda campuran Indonesia, Ronald Alexander/Annisa Saufika, sukses melaju ke putaran dua Malaysia Open 2019. Ronald/Annisa mengalahkan unggulan tujuh, Tang Chun Man/Tse Ying Suet dari Hong Kong, melalui rubber game 21-14, 19-21, dan 21-14.

Ronald/Annisa merebut gim pertama dengan skor meyakinkan 21-14. Masuk ke gim dua, Ronald/Annisa juga terus mendominasi lawan. Namun menyentuh poin 15-15, Ronald/Annisa balik ditekan oleh lawan dan terpaksa menyerahkan setelah kalah tipis 19-21.

“Mereka mainnya pola bertahan, jadi kami lebih inisiatif buat menyerang dari pertama. Cuma tadi di gim kedua pas 15 sama, kami kecolongan saja. Mati sendiri, agak nggak fokus, jadi lepas. Game ketiga kami balik lagi ke pola permainan game pertama. Lebih nggak mau menyerah,” kata Annisa dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (3/4).

Selanjutnya di babak dua, Ronald/Annisa akan berhadapan dengan Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai dari Thailand. Pada pertemuan sebelumnya di Hong Kong Open 2018, Ronald/Annisa kalah 14-21, 14-21.

“Pastinya fokus harus tingkatkan lagi. Jangan seperti tadi. Karena kalau hilang fokus sedikit langsung kehilangan banyak poin. Sama stamina juga. Kami sudah pernah bertemu, jadi kami akan mempelajari lagi dari pertemuan sebelumnya,” ujar Ronald.

Pada laga yang berlangsung Rabu (3/4), sektor ganda campuran juga meloloskan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Rinov/Pitha mengalahkan seniornya sendiri, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, 21-16, 21-14. “Yang pasti kami berdua saat masuk lapangan main nothing to lose saja. Coba buat ngasih yang terbaik,” kata Pitha mengomentari pertandingannya.

Sementara itu, satu wakil lainnya, Alfian Eko Prasetyo/Marsheilla Gischa Islami terhenti di babak pertama usai berhadapan dengan tuan rumah, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jamie (Malaysia), 13-21, 15-21.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TYKQLC
April 04, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TYKQLC
via IFTTT
Share:

Sunday, March 24, 2019

100 Lebih Migran Amerika Tengah Ditahan di Meksiko Utara

Pemerintah Meksiko menerapkan peraturan baru untuk menekan arus migrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Polisi Meksiko dan petugas federal pada Sabtu (23/3) menahan 107 orang migran asal Amerika Tengah.Menurut pejabat pemerintah di wilayah negara bagian utara Tamaulipas, para imigran ini mencoba memasuki Amerika Serikat di perbatasan Reynosa.

Polisi yang mengikuti suatu petunjuk mencegat para migran yang diturunkan dari sebuah truk di belahan barat kota yang membentang di sepanjang perbatasan McAllen, Texas. Di lokasi tersebut beberapa orang bersenjata menembaki polisi dan salah seorang penyerang terbunuh dalam tembakan balasan, demikian pernyataan dari pihak berwenang di Tamaulipas.

Dalam pernyataan tersebut dikabarkan bahwa polisi menyita sejumlah senjata api dan peluru tetapi tidak memberikan keterangan lebih terperinci apakah ada orang bersenjata lainnya yang juga ditangkap dan siapakah mereka.

Secara terpisah polisi menemukan satu kelompok pria dan wanita Amerika Tengah di pinggi jalan raya Reynosa. "Mereka mengundang petugas migrasi federal yang sekarang sedang mengkaji status hukum mereka dalam penahanan di Amerika Tengah," kata pemerintah dalam pernyataan resmi.

Institut Migrasi Nasional menghitung mereka terdiri atas 51 warga Guatemala, 47 dari Honduras dan sembilan orang Salvador.

Pemerintah Meksiko menerapkan peraturan baru untuk mengatur membanjirnya arus orang dari Amerika Tengah ke perbatasan utara mereka untuk berusaha mengurangi ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyangkut pelanggaran keimigrasian menuju AS.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2us3XDq
March 25, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2us3XDq
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Vs Fulham, Solskjaer Bayar Lunas Risiko Perubahan Skuat MU

Ia harus percaya semua pemain dan merasa tak ada masalah dengan para penggawanya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ole Gunnar Solskjaer mengakui tak ragu mengambil risiko dalam pertandingan melawan Fulham. Manchester United (MU) memang tak diperkuat beberapa pemain intinya dalam pertandingan yang dimenangkan MU dengan skor 3-0 tersebut.

Paling tidak, Marcus Rashford, Viktor Lindelof, hingga Jese Linggard tak dimainkan dalam pertandingan yang digelar di Craven Cottage, Sabtu (9/2).

''Akan selalu ada elemen risiko (dengan perubahan). Tapi jika Anda tidak mengambil risiko, Anda tidak akan menang,'' ujar Solskjaer dikutip dari Sky Sports, Sabtu (9/2).

Solskjaer menegaskan, ia harus mempercayai semua pemain dan merasa tidak ada masalah dengan para penggawanya. Meskipun di 10 menit pertama tuan rumah memberikan tekanan kepada timnya, namun setelah gol Paul Pogba di menit ke-14, skuat Iblis Merah mengambil alih jalannya laga.

Menurut pelatih berusia 45 tahun tersebut, di babak kedua permainan Pogba dkk semakin membaik. MU pun lebih mengontrol pertandingan.

Bahkan, lanjut Solskjaer, timnya bisa saja mencetak empat sampai lima gol. ''Pertandingan itu berbeda dengan apa yang kami lakukan saat lawan Leicester. Jadi itu perbaikan lainnya,'' ucap dia.

Pelatih asal Norwegia ini juga memerintahkan Ander Herrera untuk lebih turun ke bawah guna lebih mengontrol pertandingan. Solskjaer juga sadar dengan kualitas dari Pogba yang bermain lebih menyerang. Lalu ia memuji Anthony Martial yang menyumbangkan satu gol dan satu assist.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SlwWHb
February 10, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SlwWHb
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

Jokowi: Kampanye Perlu Ofensif, Masa 4 Tahun Diam

Jokowi tak akan tinggal diam terhadap tudingan yang dialamatkan kepadanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan pernyataannya yang sering kali bernada ofensif terhadap kubu lawan. Menurut dia, selama empat tahun terakhir ini, dirinya selalu menahan diri saat mendapatkan berbagai serangan.

Namun kali ini, Jokowi mengaku tak akan tinggal diam terhadap tudingan dan serangan yang dialamatkan kepadanya. Karena itu, ia menilai, kampanye bernada ofensif pun saat ini perlu dilakukan.  

“Ya kampanye kan perlu obfensif, masa kita empat tahun suruh diam saja. Ya endaklah. Jadi empat tahun diam masa suruh neruskan,” ujar Jokowi saat menghadiri peringatan HUT ke-72 HMI di kediaman Akbar Tandjung, Selasa (5/2) malam.

Sementara itu, tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menilai pernyataan ofensif yang dilontarkan Jokowi merupakan cara untuk memberikan rasa optimisme kepada masyarakat. Sebab, kata dia, kubu lawan sering kali menyampaikan pernyataan bernada pesimis yang dapat berakibat buruk bagi masa depan bangsa.

Juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, menyebut, pernyataan ofensif Jokowi dalam beberapa hari terakhir ini merupakan bentuk serangan balik kepada kubu lawan. Menurut dia, Jokowi tak akan membiarkan narasi negatif yang disampaikan kubu lawan dipercaya oleh masyarakat.

"Selagi kubu sebelah tetap menyerang kami dengan narasi pesimistis dan tanpa data-data yang objektif, tentu kami akan menanggapinya dengan serangan balik yang lebih tajam," kata Ace, di Jakarta, Senin (4/2). 

Sementara itu, Ketua TKN Erick Thohir pernah menyampaikan kubu Jokowi-Ma’ruf akan mulai tampil menyerang. Sebab, kata dia, serangan dari kubu oposisi sudah semakin masif.

“Karena kemarin kami sudah diserang, bahkan ada kampanye PKI segala. Jadi mau tidak mau kita harus ofensif sekarang,” kata Erick di Jakarta, Kamis (13/12).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SgSogM
February 06, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SgSogM
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

SM Pertamina Gagal Balas Kekalahan

Ini kekalahan kedua SM atas Stapac, setelah sebelumnya di Seri II Jakarta juga kalah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Satria Muda (SM) Pertamina gagal membalas kekalahan atas Stapac Jakarta. Dalam laga penutup IBL Pertamax Seri IV Solo, yang berlangsung Sabtu (11/1) di Sritex Arena Solo, juara bertahan IBL musim lalu ini kalah dengan skor 78-85.

Ini kekalahan kedua SM Pertamina atas Stapac, setelah sebelumnya di Seri II Jakarta juga kalah. Duel klasik yang mempertemukan dua tim peraih gelar juara terbanyak di kompetisi basket Indonesia ini menarik pecinta basket di Kota Solo. GOR yang berkapasitas 4.000 penonton pun dipadati pendukung kedua tim.

Dalam laga ini, SM Pertamina memainkan Hardianus Lakudu, Juan Laurent Kokodiputra, Jamarr Andre Johnson, Kevin Sitorus, dan Dior Lowhorn. Sedangkan Stapac memainkan Widyantaputra Teja, Kendal Yancy, Mei Joni, Kaleb Ramot Gemilang, dan Savon Goodman.

SM Pertamina unggul di kuarter pertama dengan 24-17. Sebanyak 11 angka dicetak oleh Jamarr. Di kuarter ini, Vamiga Michel melakukan debutnya musim ini. Stapac memangkas jarak saat jeda istirahat 35-39.

Kuarter tiga, Stapac 5-0 melalui dua kali tembakan bebas Kendal Yancy dan tembakan tiga angka Kaleb Ramot Gemilang. Berbalik unggul 40-39. Setelah itu kedua tim bergantian memimpin, namun Stapac akhirnya menyudahi kuarter ini dengan keunggulan 54-53.

Dua tembakan bebas Jamarr dan tembakan tiga angka Lowhorn di awal kuarter empat sempat membuat SM unggul 58-54. Laga kemudian berlangsung sengit. Meski SM Pertamina sempat unggul 70-65, namun Stapac mampu menyamakan 70-70 dan memaksa gim dilanjutkan melalui over time.

Di babak tambahan waktu, Stapac tampil lebih baik dengan mencetak 15 angka dan hanya kemasukan 8 angka. Ini membuat tim asuhan Giedrius Zibenas memenangkan laga dengan skor 85-78. 

Dengan hasil ini, Stapac semakin kokoh di puncak klasemen divisi putih, hanya sekali kalah dari sepuluh laga. Sebaliknya, SM Pertamina sudah empat kali kalah dari delapan laga. Seri berikutnya akan digelar di Bandung dua pekan mendatang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TIr8np
January 13, 2019 at 12:10AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TIr8np
via IFTTT
Share: