Saturday, December 1, 2018

SMF Inisiasi Program Perbaikan Hunian Kumuh

Proyek percontohan salah satunya dilakukan di Kelurahan Purwokinanti, DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menginisiasi program pembangunan rumah di daerah kumuh. Program ini bekerja sama dengan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Direktur SMF Trisnadi Yulrisman dalam konferensi pers di Yogyakarta, Jumat (30/11) malam, mengatakan pembangunan rumah di daerah kumuh akan melibatkan lembaga keuangan mikro (LKM) dan badan keswadayaan masyarakat (BKM) yang kemudian disalurkan kepada masyarakat. "Kami sudah punya satu konsep dengan Kementerian PUPR untuk mengoptimalkan badan keswadayaan masyarakat untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah di daerah kumuh," kata Trisnadi.

Ia mengatakan program tersebut sudah dicanangkan di 32 kota prioritas. SMF dan Kementerian PUPR masih akan melakukan proyek percontohan (pilot project) di tahap awal.

Trisnadi mengungkapkan salah satu proyek percontohan mekanisme bantuan perbaikan bangunan gedung atau rumah di daerah kumuh akan dilakukan di Kelurahan Purwokinanti, DI Yogyakarta.

Selain itu, SMF juga menginisiasi program KPR SMF pascabencana untuk membantu meringankan beban pemerintah dalam merevitalisasi pemukiman masyarakat. SMF akan berkerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan pembiayaan renovasi rumah masyarakat terdampak bencana.

Untuk tahap pertama, SMF merencanakan kerja sama dengan Bank NTB Syariah sebagai lembaga penyalur pembiayaan KPR pascabencana kepada aparatur sipil negara (ASN) korban gempa bumi di Lombok.

Direktur SMF Heliantopo mengatakan target pembiayaan di tahap awal yaitu Rp 300 miliar untuk 3.000 debitur ASN di Lombok. 

Baca juga, SMF Salurkan Dana Sekuritisasi Hingga Rp 45,34 Triliun

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RsWvS7
December 01, 2018 at 03:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RsWvS7
via IFTTT
Share:

3 Panggung dan Sound System Ribuan Watt Siap Dukung Aksi 212

Panggung utama difungsikan sebagai tempat para tokoh dan ulama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang perhelatan Reuni 212, kawasan Monas Sabtu (1/12) siang sudah terlihat beberapa persiapan yang dilakukan panitia. Persiapan yang sedang dirancang panitia saat ini di antaranya menyiapkan bangunan panggung yang terletak di sisi gerbang sebelah barat. Ada tiga buah panggung yang sedang didirikan.

Menurut Mehdi, panitia divisi Perlengkapan dan Media, ketiga panggung tersebut terdiri atas panggung utama yang berada di tengah. Panggung utama difungsikan sebagai tempat para tokoh dan ulama. 

Di sebelah kanan panggung utama terdapat panggung khusus ulama dan tokoh perempuan. Sedangkan di sebelah kiri panggung utama terdapat panggung serba guna yang difungsikan untuk tempat penampilan nasyid, perkusi serta orasi.

Mehdi mengatakan, panggung utama mempunyai ukuran luas 12 x 10 meter. Kedua panggung di sisi kiri kanan mempunyai ukuran yang sama namun sedikit lebih kecil dari panggung utama. “Ketiga panggung tersebut pemasangannya sudah selesai sekitar 80 persen. Namun tambahan untuk ornamen-ornamen lainnya diperkirakan baru akan bisa selesai sore atau malam hari nanti,” ujar Mehdi.

Selain panggung, terlihat juga beberapa tenda yang sudah terbangun di sekitar panggung. Tenda-tenda tersebut nantinya digunakan sebagai tenda logistik, tenda kesehatan, tenda media center, tenda relawan, serta tenda yang disediakan bagi penyandang disabilitas.

Mehdi mengatakan, tenda-tenda baru sebagian terpasang, belum semuanya. Rencananya tenda- tenda lainnya akan mulai dipasang di berbagai titik lokasi sekitar Monas siang hari ini.

Mehdi yang sedang menangani teknis pengerjaan panggung mengatakan bahwa, panitia juga akan memasang sound system di sekitar panggung. Sound system tersebut menurutnya mempunyai daya kekuatan 80 ribu watt. Namun kekuatan secara total dari seluruh sound system bisa mencapai 160 ribu watt. 

Sebab selain sound system yang ada di sekitar panggung, panitia penyelenggara menyiapkan juga di delapan titik lokasi sekitar Monas. Masing-masing titik berkekuatan 10 ribu watt.

Selain persiapan teknis menyangkut panggung, tenda maupun sound system, persiapan lainnya juga terlihat dari beberapa tempat kebersihan yang sudah mulai disediakan di sekitar sisi Monas. Beberapa mobil barracuda beserta aparat keamanan dari kepolisian maupun tentara juga sudah mulai berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q2hJts
December 01, 2018 at 03:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q2hJts
via IFTTT
Share:

Sudirman Said Klaim Punya Data Korupsi 15 Tahun Terakhir

Sudirman tak sepakat Soeharto disebut sebagai guru korupsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyebut bahwa sebagian besar kasus korupsi selama 15 tahun terakhir. Berdasarkan klaim data yang dimilikinya, empat tahun terakhir merupakan era yang paling banyak terjadi kasus korupsi. 

"Saya punya data 15 tahun, dari 600 orang itu pejabat publik kena korupsi, itu 302 di antaranya terjadi di empat tahun terakhir," kata Sudirman di Jakarta, Sabtu (1/12).

Selain itu mantan pembantu Presiden Jokowi di kabinet kerja tersebut juga memberi catatan bahwa ada empat dari tujuh pimpinan lembaga negara yang di tangkap KPK di pada empat tahun terakhir ini. Politikus Partai Gerindra tersebut berharap agar korupsi menjadi perhatian serius oleh semua pihak.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi PR bersama siapapun yang memerintah. Ini tanggung jawab bersama bukan cuma partai," ungkapnya.

Sudirman juga menyatakan tak sepakat dengan pernyataan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Ahmad Basarah yang menyebut bahwa presiden kedua RI Soeharto adalah guru korupsi. Ia menilai penting bagi masyarakat untuk belajar dari para pemimpin di masa lalu. Pasalnya, banyak hal-hal baik yang bisa diambil dari para pemimpin di masa lalu.

Selain itu, ia menambahkan korupsi tidak bisa disudutkan kepada satu orang tertentu. Menurutnya korupsi merupakan penyakit yang harus diselesaikan bersama-sama.

"Kita mesti belajar dari para pendahulu hal-hal yang baik, dan Pak Harto menurut saya adalah guru pembangunan bukan guru korupsi," tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Ahmad Basarah menyebut maraknya korupsi di Tanah Air dimulai sejak era Presiden Soeharto. Ia menyebut, Soeharto merupakan guru korupsi di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Basarah menanggapi pernyataan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto. Saat itu, Prabowo menyebut korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira tak sepakat dengan pernyataan tersebut. Ia menilai proses untuk menjadi seorang pemangku kekuasaan di pemerintahan butuh waktu yang panjang.

"Mereka itu jadi pejabat by procces dari sebelumnya, kebetulan saja kali sekarang (tertangkapnya)," tuturnya.

Baca juga: Sekjen MUI Minta Hormati Orang Yang Ingin Ikut 'Reuni 212'

Baca juga: Catatan tentang KSAD, Pangeran Istana di Menara Tentara

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RtpZzq
December 01, 2018 at 03:12PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RtpZzq
via IFTTT
Share:

Catatan Mentereng MU

Liga Inggris, Southampton vs MU

Foto: republika

REPUBLIKA.CO.ID,

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RngG41
December 01, 2018 at 03:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RngG41
via IFTTT
Share:

Pertamina Tegaskan Elpiji Subsidi untuk Warga Miskin

Pertamina masih menemukan usaha laundry dan rumah makan menggunakan elpiji subsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- PT Pertamina (Persero) MOR VI Kalimantan menyatakan elpiji subsidi atau elpiji tabung tiga kilogram hanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu atau miskin. Sehingga di luar itu tidak berhak untuk menggunakannya.

Manager Comunnication and CSR Pertamina Kalimantan, Yuda Nugroho, saat membuka Media Gathering Pertamina Borneo 2018, di Magelang, Sabtu (1/12), menyatakan kurangnya stok elpiji di daerah-daerah di Kalimantan termasuk di Kalbar, akibat dari masih banyaknya masyarakat yang tergolong sudah mampu tetapi ikut menggunakan elpiji subsidi tersebut.

"Harusnya jika elpiji subsidi memang benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak, maka tidak akan terjadi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan elpiji yang memang hak mereka tersebut," ungkapnya.

Ia mensinyalir di beberapa wilayah yang dilihat oleh Pertamina, ada banyak masyarakat yang seharusnya tidak menggunakan elpiji subsidi, tapi malah menggunakannya. Sehingga yang harusnya alokasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk masyarakat tidak mampu, tetapi malah juga dinikmati oleh masyarakat yang mampu.

"Ini masalahnya masih banyak masyarakat yang tergolong mampu tetapi masih juga menggunakan elpiji subsidi tersebut," katanya.

Yuda mencontohkan, ketika pihaknya mengecek di Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) masih ada beberapa laundry dan rumah makan yang seharusnya tidak menggunakan elpiji subsidi, tetapi mereka masih menggunakan elpiji subsidi tersebut. Kasus tersebut juga masih ditemukan di Kalimantan Barat.

"Dari sidak kami dengan pihak pemerintah daerah setempat, seperti masih ditemukannya pihak rumah makan yang menggunakan elpiji subsidi tersebut," katanya.

Sebelumnya, Branch Manager Marketing Pertamina Kalbarteng, Teuku Johan Miftah, mengatakan pihaknya akan akan menyiapkan satgas khusus untuk memantau kelancaran distribusi dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji menjelang dan sepanjang Perayaan Natal dan Tahun Baru. Pemantauan akan mulai aktif tanggal 15 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019.

Satgas tersebut, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat akan pemenuhan BBM dan elpiji dalam menyambut hari-hari besar, termasuk menjelang dan sepanjang Perayaan Natal dan Tahun Baru nanti. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan penambahan pasokan dan stok untuk BBM dan elpiji dalam mengantisipasi peningkatan permintaan oleh masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

"Untuk produk BBM berbagai jenis kami melakukan persiapan tambahan alokasi sebesar delapan hingga 10 persen, dan elpiji sebesar lima hingga delapan persen dari kebutuhan normalnya untuk wilayah Kalbar dan Kalteng," katanya.

Sementara, untuk BBM jenis solar tidak dilakukan penambahan, malah kalau belajar dari tahun-tahun sebelumnya, penggunaan solar cenderung turun. Sebab industri dan lainnya tidak beroperasi atau libur.

Dalam kesempatan itu, Johan mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan BBM dan elpiji sehemat mungkin dan tidak membeli dalam jumlah yang berlebihan. Sebab kalau hal itu yang dilakukan malah berdampak lain.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QaMA7u
December 01, 2018 at 03:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QaMA7u
via IFTTT
Share:

PDIP Akui Pernah Terima Sumbangan dari Bupati Cirebon

Andreas enggan menjelaskan secara rinci soal sumbangan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan ada penerimaan dana sumbangan dari bupati Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra dalam bentuk sumbangan. Sumbangan ini ada kaitannya dengan pembiayaan acara perayaan sumpah pemuda yang digelar PDIP pada Oktober lalu.

Hal tersebut diungkapkannya usai mengisi diskusi di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12). "Saya tahu berapa jumlahnya. Konon seperti itu (ada sumbangan dana dari Bupati Cirebon nonaktif)," ujar Andreas kepada wartawan.

Meski demikian, dia enggan menjelaskan secara rinci soal sumbangan yang diduga untuk membiayai perayaan Sumpah Pemuda ke-90 yang digelar PDIP itu. Andreas hanya menyebut bahwa ada sumbangan yang masuk ke PDIP.

"Jadi barang itu datang, kami tidak tahu asal-usul (uang yang digunakan untuk sumbangan itu darimana),"

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra dan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan tim penindakan KPK pada 24 Oktober lalu.

Diduga tedapat pemberian yang diberikan melalui Ajudan Bupati sebesar Rp 100 juta terkait fee atas mutasi dan pelantikan Gatot sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon. Modus yang diduga digunakan adalah pemberian setoran kepada Bupati setelah pejabat terkait dilantik.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RqTwdb
December 01, 2018 at 03:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RqTwdb
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Benzema Minta Pemain Madrid Kuatkan Mental

Madrid akan berlaga di piala dunia antarklub bulan depan

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Striker Real Madrid meminta timnya menunjukan mental untuk menang saat timnya bertanding dalam Piala Dunia antar Klub bulan depan. Kompetisi tersebut akan digelar di Uni Emirat Arab dari 12 hingga 22 Desember.

Paling tidak, kompetisi itu memberikan Los Blancos kesempatan untuk menutup tahun dengan sebuah trofi. Benzema mengaku timnya beruntung bisa berlaga di kompetisi tertinggi antarklub di dunia itu.

Oleh karena itu, Benzema menyatakan Madrid akan memberikan segalanya untuk bisa memenangkan trofi tersebut.

"Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami dan kami harus mengangkat kepala untuk bisa memenangkan trofi," kata Benzema, dikutip dari Marca, Jumat (30/11).

Pemain asal Prancis itu menilai, trofi di kompetisi tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan diri tim, yang belakangan tengah mendapatkan sorotan atas hsil negatif. Selain itu, trofi Piala Dunia antarklub juga merupakan salah satu trofi paling bergengsi.

Rekan setim Benzema, Raphael Varane, juga mengatakan kompetisi tersebut akan berjalan ketat. Ia mengaku sangat antusias untuk tampil dalam kompetisi itu. Karena untuk bisa berpartisipasi, timnya harus memenangkan liga Champions.

"Kami tahu itu akan sulit. Tapi kami menatap ke depan untuk bermain di kompetisi ini dan harus memperhatikan hal-hal detail," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RnDdO1
November 30, 2018 at 08:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RnDdO1
via IFTTT
Share: