Tuesday, April 30, 2019

Bekerjalah dan Lahirkanlah Karya

Bekerja dan lahirkan karya-karya terbaik yang membawa kemaslahatan umat

Bulan Mei merupakan bulannya para pekerja. Alasannya pada tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh International atau yang dikenal dengan Mayday.

Sebagian pekerja memilih Mayday untuk beristirahat melepas penat namun sebagian lainnya ada yang memilih moment ini untuk menyalurkan aspirasi mereka sebagai pekerja. Namun apapun kegiatan yang dipilih semoga hal tersebut bisa membawa kemuliaan bagi setiap diri yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan.

Bukankah kemuliaan seorang manusia itu bergantung kepada apa yang dilakukannya. Maka harus dipastikan apakah amalan atau pekerjaan yang dilakukan selama ini mampu mendekatkan diri kita kepada Allah atau justru sebaliknya?

Berapa banyak orang bekerja atau beramal, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa dari pekerjaannya selain dari lelah semata? Sebagian orang bahkan ada yang bekerja untuk hal yang bersifat duniawi. Memupuk harta, meraih jabatan tertinggi dan mendapatkan wanita/pria sebagai pemenuhan syahwat belaka.

Padahal di dalam Islam 'bekerja' bukanlah semata-mata merujuk kepada mencari rezeki untuk menghidupi diri dan keluarga dengan menghabiskan waktu siang maupun malam, dari pagi hingga petang, terus menerus tak kenal lelah. Akan tetapi 'kerja' yang dimaksud ialah mencakup segala bentuk amalan atau pekerjaan yang mempunyai unsur kebaikan dan keberkahan bagi diri, keluarga, masyarakat dan negaranya.

Islam menempatkan kerja atau amal sebagai kewajiban setiap muslim. Kerja bukan sekedar upaya mendapatkan rezeki yang halal guna memenuhi kebutuhan hidup, tetapi mengandung makna ibadah seorang hamba kepada Allah, menuju sukses di akhirat kelak.

Kesadaran akan makna hidup yang Allah berikan adalah hanya untuk beramal shalih merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap mukmin yang muslim. Apabila kebanyakan orang mengatakan “waktu adalah uang”, maka bagi seorang muslim “waktu adalah amal shalih”. Karena, hidup akan menjadi hampa dan sia-sia bila tidak diisi dengan amal shalih. 

Hal tersebut Allah tegaskan dalam firmannya, Q.S At-Taubah : 105 yang artinya, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Dalam ayat diatas diterangkan pula bahwa Allah mengetahui sekecil apapun dari setiap pekerjaan kita. Allah juga Maha menyaksikan apa yang kita lakukan. Karenanya, kita harus senantiasa waspada akan kesaksian Allah, baik itu berupa amal maupun berupa niat, tidak ada yang terlewatkan. Semuanya tampak bagi-Nya. Oleh sebab itu kita harus senantiasa menyempurnakan amal, ikhlas, dan mengikuti petunjuk-Nya dalam menjalankan ketaatan sekecil apapun.

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang bekerja untuk dunia dan akhirat serta untuk diri dan umat. Sehingga dari pekerjaan kita itu akan lahir karya-karya terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat sebagaimana kegemilangan karya para sahabat-sahabat Rasulullah Saw dan generasi muslim setelahnya.

Wallahua'alam Bish Shawab

Pengirim: Widya Fauzi, Founder Komunitas Muslimah Menjahit dan Bandung Storytelling Club

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JcFoTF
April 30, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JcFoTF
via IFTTT
Share:

Ritual Antar Kaisar Jepang Akihito Mundur

Kaisar Akihito akan digantikan Naruhito.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO — Kaisar Jepang Akihito mengakhiri tiga dekade kekuasaannya dengan mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi pada Selasa (30/4). Ia menurunkan takhta kepada sang putra, Pangeran Naruhito. 

Prosesi pelepasan takhta pada pukul 5 sore waktu setempat. Kaisar Akihito terlihat melakukan upacara yang menandai berakhirnya pemerintahan dirinya dengan berdoa sesuai keyakinan banyak masyarakat Jepang, yaitu kepada Dewi Matahari Shinto. 

Prosedur turun takhta akan dilakukan dengan ritual yang dilakukan di Istana Kekaisaran pada sore, namun secara teknis Akihito masih menjadi kaisar hingga tengah malam, detik sebelum pergantian hari. Era Heisei atau mencapai perdamaian yang selama ini melekat dengannya akan digantikan dengan Era Reiwa atau harmoni yang indah dari Naruhito. 

Dalam ritual pertamanya pada Rabu (1/5) pagi, Naruhito akan menerima regalia kekaisaran, termasuk pedang dan permata sebagai simbol naik takhta. Dalam upacara ini, selain pejabat pemerintah, hanya bangsawan laki-laki berusia dewasa yang diperbolehkan untuk hadir karena alasan tradisi masyarakat Jepang.

Akihito menjadi sosok pertama yang mengambil Takhta Kristan di bawah konstitusi pasca Perang Dunia II dengan mendefinisikan kaisar sebagai simbol pemimpin rakyat tanpa kekuatan politik. Pria berusia 85 tahun itu disebut telah membawa monarki lebih dekat kepada banyak orang di Jepang. 

Pangeran Naruhito akan resmi menggantikan Kaisar Akihito pada Rabu (1/5) besok. Meski demikian, prosesi pelantikan dirinya secara resmi akan berlangsung pada Oktober. 

Banyak pertanyaan yang mengatakan mengapa Akihito mengundurkan diri sebagai Kaisar Jepang. Sebelumnya, pada Agustus 2016, ia disebut mengkhawatirkan usianya, seiring dengan kondisi kesehatannya yang menurun. 

Kaisar Akihito mengaku khawatir untuk menjalani tugas di usia tua.  Ia kemudian menyampaikan keinginannya bahwa ia ingin turun takhta saat masih berada dalam kondisi kesehatan yang baik. 

Meski demikian, dalam Undang-undang Kekaisaran Jepang sebelumnya, tak ada aturan secara jelas mengenai pengunduran diri oleh kaisar yang berkuasa. Hanya disebut secara luas, bahwa suksesi diperbolehkan jika kaisar tutup usia. Tetapi, pemerintah negara itu kemudian memberlakukan hukum yang berlaku untuk satu waktu, yang mengizinkan pengunduran diri Akihito. 

Dengan pengunduran diri resminya, maka Naruhito sang putra tertua akan mulai meneruskan jabatan kaisar. Selama ini, ia dikenal dengan bakatnya sebagai musisi yang pernah menempuh pendidikan di Oxford selama dua tahun. Sebelumnya, ia juga pernah menulis sebuah makalah mengenai sistem transportasi Sungai Thames abad ke-18, setelah mempelajari ilmu sejarah di Universitas Gakushuin, sebuah sekolah yang dulunya adalah aristokrat.

Ia menikah dengan Putri Masako dan dikaruniai seorang putri yang diberi nama Aiko. Dalam hukum kekasairan Jepang, garis keturunan suksesi tahta hanya jatuh kepada laki-laki. Karena itu, setelah Naruhito, maka jabatan kaisar akan jatuh ke adik laki-lakinya, Fumihito atau yang lebih dikenal dengan gelar masa kecilnya, Akishino. Setelah itu, garis suksesi akan datang kepada sang putra bernama Hisahito yang saat ini masih berusia 12 tahun.

Sebelumnya, ada sebuah pembicaraan mengenai kemungkinan mengubah hukum tentang garis suksesi, agar perempuan dapat meneruskan takhta. Namun, diskusi berakhir dengan kelahiran Hisahito.

Setelah resmi turun takhta, Akihito akan memiliki gelar baru yaitu Kaisar Emeritus. Meski masih memiliki gelar ‘kaisar’ namun ia akan sepenuhnya pensiun dari tugas-tugas resmi sebagai Kaisar Jepang. Ia tak akan lagi menandatangani dokumen-dokumen pemerintahan, serta menyambut pejabat asing, termasuk acara-acara pemerintahan. 

Akihito bahkan tak akan menghadiri prosesi suksesi sang putra Naruhito. Terdapat kemungkinan bahwa apa yang ia lakukan nantinya tidak dapat tersorot oleh publik. 

Dalam sebuah keterangan, Akihito dikatakan akan lebih memiliki privasi dalam menjalani kegiatannya. Salah satu tujuan dari hal itu adalah untuk tidak menganggu Kaisar Jepang yang baru. 

Akihito bersama dengan sang istri, Permaisuri Michiko nantinya pindah dari kediaman kekaisaran dan bertukar tempat dengan Naruhito. Istana Kekaisaran dikatakan akan direnovasi sebagian untuk sementara waktu, sebelum Naruhito resmi menempatinya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IRYsa6
April 30, 2019 at 06:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IRYsa6
via IFTTT
Share:

Bagi Muazin, Buka Dulu atau Azan Dulu?

Menyegerakan berbuka adalah sunah yang dianjurkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Azan Maghrib menjadi penanda waktu bagi kaum Muslimin yakni bila matahari sudah terbenam. Saat itulah orang-orang yang berpuasa dapat berbuka. Tak heran jika azan Maghrib ditunggu-tunggu sebagai tanda buka puasa.

Lalu, bagi muazin, mana yang lebih dulu dikerjaan ketika tiba waktunya berbuka. Apakah azan terlebih dahulu, atau berbuka puasa?

Makan-minum berbuka bagi orang yang berpuasa ialah saat matahari tenggelam. Itulah tanda waktu malam sudah datang. Dasarnya, Alquran surah al-Baqarah ayat 187, "Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam…"

Beberapa ulama tafsir memaknai ayat di atas. Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan, Allah SWT telah menetapkan batasan akhir waktu berpuasa, yaitu datangnya waktu malam. Itu sebagaimana Dia menetapkan batasan boleh makan, minum, berhubungan suami-istri, dan waktu mulai berpuasa ialah terbitnya fajar. Hal itu menunjukkan, tidak boleh berpuasa pada waktu malam, sebagaimana tidak boleh berbuka saat siang pada hari-hari berpuasa.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga menegaskan, ayat di atas menunjukkan waktu berbuka puasa. Yakni, pada saat terbenamnya matahari. Hal itu dipertegas Nabi Muhammad SAW. Dari Umar bin al-Khaththab, dikatakan, "Rasulullah bersabda, 'Apabila malam datang dari arah sini dan siang menghilang dari arah sini, serta matahari telah tenggelam, maka orang yang puasa boleh berbuka.'" (HR Bukhari dan Muslim).

Shalat Maghrib segera dilaksanakan setelah matahari terbenam. Hal ini sudah menjadi ijma kaum Muslimin sejak era Nabi SAW hingga sekarang. Imam Nawawi dalam kitab Syarah Muslim mengatakan, "Shalat Maghrib disegerakan setelah terbenamnya matahari, dan ini merupakan ijma kaum Muslimin."

Di sisi lain, aktivitas menyegerakan berbuka adalah sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Perbuatan menunda-nunda buka puasa justru kurang disenangi.

Hal ini berdasar pada hadis dari Sahl bin Sa'd, ia meriwayatkan,  Rasulullah bersabda, "Manusia itu akan terus berada dalam kebaikan selagi mana dia menyegerakan berbuka puasa." (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan, hadis ini berisi anjuran untuk menyegerakan berbuka setelah yakin matahari terbenam. Maksudnya, urusan umat ini akan selalu teratur dan selalu dalam kebaikan selama mereka menjaga sunah ini.

Ibnu Abdul Bar Rahimahullah berkata, "Di antara sunnah (Nabi), adalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Menyegerakan (berbuka) manakala telah yakin dengan terbenamnya matahari, dan tidak diperbolehkan seorangpun untuk berbuka sementara dia ragu-ragu apakah telah terbenam matahari atau belum? Karena fardhu (wajib) ketika (ditetapkan) kelazimannya dengan keyakinan, tidak boleh keluar melainkan dengan keyakinan pula. (At-Tamhid)

Anjuran untuk Muazin

Adapun bagi seorang muazin, jika azannya dijadikan tanda bagi orang-orang yang berpuasa di sekitarnya untuk berbuka, maka hendaknya dia secepatnya azan begitu matahari terbenam. Jangan sampai telatnya azan membuat orang-orang di sekitarnya juga terlambat berbuka. Hal itu dipandang menyelisihi sunah yang menganjurkan menyegerakan berbuka.

Solusinya, jika azannya adalah penanda bagi orang-orang untuk berbuka, sang muazin bisa membatalkan puasa dengan makanan atau minuman yang ringan. Semisal minum air putih lalu mengumandangkan azan.

Buka ringan berupa air putih atau sebiji kurma tak masalah. Bahkan berbuka dengan kurma dan air putih bisa mencontoh cara berbuka Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis dari Anas RA, ia berkata, "Rasulullah berbuka dengan beberapa butir ruthab (kurma basah yang baru masak) sebelum shalat Maghrib, bila tidak ada, (beliau) berbuka dengan beberapa butir tamar (kurma kering), kalau tidak ada, (beliau) minum beberapa teguk air." (HR Abu Dawud)

Jika azannya itu tidak ditunggu orang sekitarnya untuk dijadikan tanda berbuka puasa, seperti azan untuk diri sendiri atau azan untuk orang-orang yang berada dekat dengannya, maka tidak apa-apa baginya berbuka dulu sebelum azan. Sebab, orang-orang yang berada di dekatnya itu tetap akan berbuka bersama dia meskipun ia tidak mengumandangkan azan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PB2Yup
April 30, 2019 at 06:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PB2Yup
via IFTTT
Share:

RUPST Bank BJB Tetapkan Susunan Direksi Baru

Pemilik saham tunjuk dirut dari bankir berpengalaman di bank buku IV.

REPUBLIKA.CO.ID BANDUNG – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB berhasil melahirkan susunan pengurus pada jajaran direksi dan komisaris, Selasa (30/4). Dalam RUPST Bank BJB yang berlangsung di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, salah satu tantangan direksi baru, yakni harus mampu meningkatkan level Bank BJB dari bank buku III menjadi bank buku IV.

RUPST Bank BJB tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil selaku pemilik saham mayoritas dan seluruh pemilik saham BJBR seri A dan seri B. Selain menetapkan pengurus, RUPST juga menghasilkan keputusan terkait penambahan jumlah direksi Bank BJB, yang semula enam menjadi tujuh direksi. Direktur  IT, Treasury dan International Banking menjadi kursi direksi baru di Bank BJB.

Ketujuh direksi tersebut, yakni Direktur Utama Yuddy Renaldi, Direktur Kepatuhan Agus Mulyana, Direktur Konsumer dan Ritel Suartini, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nia Kania, Direktur Operasional Teddy Setiawan, Direktur Komersial dan UMKM Beny Riswandi, serta Direktur  IT, Treasury dan International Banking Rio Lanasier.

Sementara susunan komisaris Bank BJB, yakni Komisaris Utama Independen Farid Rahman, Komisaris Muhadi, Komisaris Eddy Iskandar Muda Nasution, Komisaris Independen Yayat Sutaryat, dan Komisaris Independen Fahlino F Sjuib.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil selaku pemilik saham mayoritas Bank BJB, mengatakan, susunan nama direksi Bank BJB tersebut merupakan hasil diskusi berkal-kali dengan OJK. Dari jumlah direksi yang ditetapkan, papar dia, hanya dua di antaranya yang berasal dari luar Bank BJB.

‘’Ini mengindikasikan karier pegawai Bank BJB sangat baik,’’ ujar Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, seusai RUPST Bank BJB, Selasa (30/4). Salah satu direksi yang berasal dari luar, yakni Direktur Utama Yuddy Renaldi.

Pihaknya sengaja mengangkat Yuddy Renaldi sebagai Dirut Bank BJB karena alasan yang kuat. Dari sekian figur, ungkap Emil, hanya Yuddy Renaldi yang melamar dengan kapasitas pengalaman mengelola kompleksitas bank buku IV. Dia menegaskan, salah satu tantangan direksi Bank BJB saat ini, yakni harus mampu membawa Bank BJB dari bank buku III menjadi bank buku IV.

‘’Pak Yuddy punya pengalaman mengelola kompleksitas bank buku IV di BNI dan Mandiri,’’ tambahnya. Sejumlah nama direksi yang ditetapkan dalam RUPST itu akan diproses menjadi definitif setelah terbit hasil fit and proper test maksimal sebulan ke depan.

Masih dikatakan Emil, pemilik saham mengamanatkan tiga nilai kepada pengurus Bank BJB. Yakni profitabilitas, pro development, dan pro poor. Pro development, ungkap dia, Bank BJB harus terus berperan sebagai bank pembangunan. Sementara pro poor, tutur dia, Bank BJB harus terus mengutamakan UKM dan kelompok yang  membutuhkan.

Emil mengakui bahwa kinerja Bank BJB selama ini cukup positif. Data dari Bank BJB, menunjukkan, sepanjang 2018, perolehan laba bersih naik sebesar 28,1 persen year on year (y-o-y) atau berada di atas pertumbuhan laba bersih industri perbankan per Desember 2018 yang hanya 10,36 persen y-o-y.

Adapun dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), berhasil dihimpun menjadi Rp 87 triliun, sehingga total aset menjadi sebesar Rp 120,2 triliun atau naik 4,5 persen  y-o-y. Pertumbuhan DPK ini didorong dari pertumbuhan dana murah yaitu tabungan sebesar 16 persen, sehingga CASA ratio naik dari 46,1 persen menjadi sebesar 47,1 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VyHrb3
April 30, 2019 at 05:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VyHrb3
via IFTTT
Share:

Media Asing Beritakan Rencana Pemindahan Ibu Kota Indonesia

BBC juga mengulas alasan secara detail pemindahan ibu kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berencana membentuk badan otoritas yang khusus menangani pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke wilayah baru. Ide tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (29/4).

Rencana pemindahan ibu kota Indonesia tak hanya menjadi pembahasan warga Indonesia. Media asing seperti Reuters asal Inggris, BBC asal Inggris, Washington Post asal AS, Sydney Morning Herald hingga Aljazirah asal Qatar turut memberitakan rencana besar yang dilakukan Indonesia.

Laman Reuters memberitakan dengan judul Indonesia plans to move capital city out of crowded Java island dengan mengutip Bambang Brodjonegoro. "Presiden memilih memindahkan ibu kota ke luar Jawa, itu sebuah keputusan penting," demikian tulis Reuters pada Senin.

BBC menulis judul Indonesia's planning minister announces capital city move dengan mengambil pernyataan Presiden Jokowi dan Bambang Brodjonegoro. Selain itu, BBC juga mengulas alasan secara detail pemindahan ibu kota dari segi ekonomi politik dan analisis dampak.

Washington Post menulis judul yang cukup menampar yaitu Abandon Jakarta: Indonesia again mulls plan for new capital dengan membahas kondisi banjir yang sedang dialami Jakarta saat ini. Berikutnya, The Sydney Morning Herald memberikan judul Joko Widodo wants to move Indonesia's capital out of Java dengan mengutip pernyataan presiden Jokowi.

"Saya percaya, jika kita mempersiapkan diri dengan baik sejak awal proses, maka Insya Allah, kita akan mampu mewujudkan gagasan besar ini," tulis The Sydney Morning Herald.

Aljazirah melaporkan Jokowi menyetujui rencana jangka panjang bagi pemerintah untuk meninggalkan Jakarta yang padat, tenggelam, dan mencemari Jakarta serta membangun modal baru.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LgXaaO
April 30, 2019 at 05:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LgXaaO
via IFTTT
Share:

Baim Wong Sebut Waktu Terbaik untuk Makan Mi Instan

Baim Wong makan mi instan dua kali dalam sepekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Baim Wong spontan menjawab "mi" ketika ditanya soal makanan favoritannya. Kegemarannya menyantap mi tak berubah setelah ia menjajal aneka makanan enak lainnya.

"Saya suka banget, terutama mi yamin," ujar Baim usai peluncuran mi instan halal Korea Selatan Nongshim Farmer's Heart, Jakarta, Senin.

Baim juga akrab dengan mi instan. Setidaknya, dua kali dalam sepekan ia makan mi instan.

Setelah menikah, mi instan yang dimakan Baim lebih sering dibuatkan oleh sang istri, Paula Verhoeven. Di tangan kreatif Paula, mi instan kegemaran Baim terhidang lebih bergizi.

"Biasanya Paula masakin pakai telur dan daging. Dia sudah belajar masak," ujar Baim memuji keterampilan istrinya di dapur.

Baim mengetahui ada banyak macam resep yang dapat menambah nutrisi pada mi instan. Di antara bahan-bahan lain, seperti sayur mayur hingga daging, ada satu bahan yang paling membuat Baim penasaran untuk mencoba.

"Keju. Telur dan daging sudah biasa, aku penasaran sama rasa keju," ujar Baim yang baru melihat demonstrasi masak mi instan ditambah dengan lembaran keju di atasnya.

Kapan waktu terbaik menyantap mi instan, menurut Baim? Sang aktor mengatakan malam hari adalah saat di mana semangkuk mi terasa paling nikmat di lidah.

"Paling enak makan mi malam hari, pas lagi bengong, seduh," kata pria bernama asli Muhammad Ibrahim ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vz0aU0
April 30, 2019 at 05:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vz0aU0
via IFTTT
Share:

Kalimantan Selatan Dapat Satu Kloter dari Kuota Tambahan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapatkan kuota tambahan jamaah haji. Dari total 10 ribu jamaah, Kalsel mendapat tambahan sebanyak 324 orang.

Baca Juga:

"Penambahan kouta untuk jamaah haji Kalsel tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 176 Tahun 2019 tentang Penetepan Kouta Haji Tambahan tahun 1440 H/2019 M," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, Noor Fahmi, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Senin (29/4).

Fahmi menilai, penambahan kouta tersebut sudah sesuai harapan. Dengan tambahan sebanyak 324 orang, maka jumlah tersebut sama dengan satu kelompok terbang (kloter) penuh. Satu kloter itu terdiri atas 162 orang calon jamaah, berdasarkan urutan nomor porsi dan lagi 162 orang calon jamaah haji lanjut usia (lansia) beserta pendamping.

Noor menyebut, petunjuk teknis mengenai pelaksanaan pengisian kouta haji tambahan dan cara pembayaran biaya penyelengaraan ibadah haji (BPIH) ditetapkan melalui keputusan Dirjen Penyelengaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag. "Untuk tahapan selanjutnya, kita tinggal menunggu juknis (petunjuk teknis) dari Dirjen PHU tersebut," katanya.

Sebelumnya diberitakan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin telah menandatangani Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang pembagian alokasi tambahan kuota haji untuk tiap provinsi.

Hal ini menyusul adanya penambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah pada musim haji 1440 H/2019 M yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia, saat kunjungan Presiden Jokowi medio April lalu.

“KMA tentang pembagian kuota tersebut telah ditandatangani Bapak Menteri Agama sore tadi. Pembagian kuota dilakukan secara proporsional pada masing-masing provinsi,” ucap Direktur Pengelolaan Dana Haji, Maman Saepulloh.

Berita Terkait

Dalam KMA tersebut dijelaskan 10 ribu kuota tambahan terbagi dalam 5000 jamaah haji berdasarkan nomor urut porsi, serta jamaah haji lansia beserta pendamping sebanyak 5000 jamaah.

“Sesuai KMA, batasan usia jamaah lansia, paling rendah berusia 75 tahun per tanggal 7 Juli 2019. Jamaah lansia dan pendamping, telah memiliki nomor porsi, dan terdaftar sebagai jamaah haji sebelum 1 Januari 2017,” lanjutnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J45wQo
April 30, 2019 at 05:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J45wQo
via IFTTT
Share: