Wednesday, April 10, 2019

Petani Pamekasan Terima Bantuan Alat UV Dryer dari Kementan

Alat tersebut berguna untuk mempercepat pengeringan hasil tanaman

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN – Petani Desa Bajang Kecamatan Pakong Pamekasan menerima bantuan alat UV Dryer pada Rabu (10/4). Bantuan dari Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura Kementan itu disambut dengan antusias oleh jajaran pimpinan daerah setempat. 

"Setelah bangunannya jadi, kami akan segera memanfaatkannya untuk panen padi kami. Anggota sudah tidak sabar ingin memanfaatkannya,” ungkap Ketua Poktan Sumber Urip, Kusdiadi (36).

Sambutan warga Pakong yang begitu antusias terhadap bantuan alat tersebut membuat Kusdi kembali meminta tambahan bantuan UV Dryer untuk wilayahnya. 

Pakong merupakan salah satu sentra padi dan jagung. Daerah ini memiliki potensi tanam padi seluas 2.198 hektare dan 315 hektare untuk jagung. Teknik pengeringan yang umumnya manual menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar dan kerap kali merugikan petani.

Bangunan yang berfungsi sebagai pengering tersebut saat ini berdiri di tanah milik desa serta mengandalkan sinar ultra violet. Nolo Garjito, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan yang turut mendampingi ke lokasi mengingatkan petani untuk menjaga alat tersebut dan memanfaatkannya dengan baik. "Manajemennya silahkan diatur kelompok. Alat ini multifungsi, bisa untuk tanaman horti juga (bawang merah-red)" ungkap nolo.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Ismail Wahab saat memantau langsung proses pembangunan UV Dryer di Desa Bajang, Kecamatan Pakong mengungkapkan bahwa alat tersebut berguna untuk mempercepat pengeringan jagung, padi, bawang merah bahkan tembakau. “Misal jagung, panennya dimasukin ke sini (uv dryer-red) selama 2 hari, keluar nanti sudah kering. Kadar air paling 14% dan bisa langsung jadi pakan ternak, “ ujar Ismail

Kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu (Februari 2019) ke Madura menyisakan 3 fokus utama di Madura yaitu air, produktivitas dan SDM. Program dengan tagar "Madura Bersatu, Maju Bersama" dilakukan simultan di 4 Kabupaten: mulai dari ujung Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep dengan nilai Rp 135 miliar. 

Alokasi bantuan untuk Pamekasan yaitu benih jagung seluas 1.120 hektar, padi 1.530 hektar, alat dan mesin pertanian berupa hand sprayer, pompa air, dan kultivator, serta benih bawang merah dan buah-buahan. Semuanya telah didistribusikan sebagai upaya percepatan tanam selama musim hujan di bulan Maret-April ini. 

"Bantuan lainnya seperti kawasan bawang merah 100 hektar masih proses. Kita genjot pertanian Pamekasan melalui Upaya Khusus ini,” tutup Ismail

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IolzrP
April 10, 2019 at 08:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IolzrP
via IFTTT
Share:

Related Posts:

0 Comments:

Post a Comment