
REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Mantan CEO AC Milan Marco Fassone mengungkapkan manajemen i Rossoneri berupaya mendatangkan megabintang Cristiano Ronaldo pada musim panas 2017 silam. Namun, itu urung terjadi lantaran terkendala masalah finansial.
Ronaldo resmi berseragam Juventus pada musim panas 2018 kemarin. Ia memilih berlabuh ke raksasa Serie A Italia setelah sembilan tahun memperkuat Real Madrid. Gelontoran uang sebesar 100 juta euro yang dikeluarkan Bianconeri tak sia-sia, sebab CR7 masih memberikan kontribusi terbaik.
Upaya untuk mendatangkan Ronaldo sejatinya sudah lebih dahulu dicoba oleh Milan pada 2017. Fassone mengatakan, presiden Milan saat itu, Yonghong Li, menginginkan Ronaldo merapat ke San Siro. Bahkan klub asal Kota Mode telah menyiapkan uang untuk mengikat pemilik nomor 7 tersebut.
"Yonghong Li sangat menginginkan Ronaldo. Selain untuk meningkatkan mentalitas tim, kedatangnya juga berdampak besar pada pasar di Cina," ucap Fassone kepada Sole 24 Ore, dikutip dari 90min, Rabu (21/11).
Proses pun berlanjut ke tahap berikutnya dengan pertemuan Fassone bersama agen dari Ronaldo, Jorge Mendes. Keputusannya positif, Ronaldo memberikan ketersediannya siap untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Sayang, dalam negosiasi Milan menyerah untuk persoalan pembayaran.
"Kami melakukan pertemuan dan setelah itu saya menyakinkan presiden (Yonghong Li) untuk meninggalkan mimpinya merekrut Ronaldo karena terlalu mahal," sambung dia.
Tanpa mendatangkan Ronaldo, Milan akhirnya harus bergulat dengan masalah utang. Taipan asal Cina memiliki utang kepada Elliot Management yang harus dibayar sesuai kesepakatan awal.
Di sisi lain, penampilan Ronaldo kian moncer bersama Juventus. Sempat mengalami puasa gol pada awal musim, kini eks pemain Manchester United (MU) telah mencatat delapan gol dalam 12 penampilannya bersama Nyonya Tua di pentas Serie A.
https://ift.tt/2Fyzw6G
November 21, 2018 at 12:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fyzw6G
via IFTTT
0 Comments:
Post a Comment