
REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Terobosan untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok, dilakukan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Cilacap dan Kantor Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto. Kedua lembaga ini bersinergi meluncurkan program toko TPID di Pasar Sidadadi Kota Cilacap. Keberadaan toko ini diluncurkan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan Kepala BI Purwokerto Agus Chusaini, Senin (31/12).
"Toko TPID ini tidak hanya kita luncurkan di Pasar Sidadadi saja. Tapi juga dirikan di Pasar Tanjungsari dan Pasar Gede Cilacap," kata Tatto.
Menurutnya, peluncuran toko TPID di Pasar Sidadadi juga menjadi pertanda beroperasinya toko-toko lain di dua pasar lainnya. Dia menyebutkan, keberadaan Toko TPID ini bukan berarti TPID Cilacap dan BI Purwokerto mendirikan toko TPID secara khusus. Namun memberi label TPID pada sejumlah toko sembako yang sudah ada, karena bersedia menerima pasokan langsung beras dari Gapoktan dan menjual sesuai harga yang sudah ditetapkan oleh TPID.
"Seluruhnya, ada 20 toko sembako yang kita tetapkan sebagai toko TPID," katanya.
Namun dia menyebutkan, bahan kebutuhan yang dipasok ke toko TPID dan harus dijual dengan harga yang sudah ditetapkan, untuk sementara baru berupa komoditi beras. Hal ini dimaksudkan agar harga beras yang saat cenderung melonjak, bisa kembali normal. ''Ini baru merupakan role model. Apabila sukses, saya berharap bisa dikembangkan dengan menjual komoditas lain untuk stabilisasi harga,'' katanya.
Kepala Kantor Bank Indonesia Purwokerto Agus Chusaini, menyebutkan harga beras yang dijual di toko TPID merupakan harga normal yang jauh lebih rendah dari harga pasar. "Beras di Toko TPID hanya dijual seharga Rp 9.500 per kilogram atau Rp 47.500 untuk beras kemasan 5 kilogram," katanya.
Menurutnya, harga jual beras di toko TPID ini jauh lebih rendah dari harga pasar saat ini yang mencapai di atas Rp 10.000 per kg. "Harga beras di toko TPID bisa kita tekan jauh di bawah harga pasar, karena beras di toko TPID dipasok langsung dari petani melalui Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Karena itu, kualitas berasnya juga cukup baik," katanya.
Dia menyebutkan, untuk sementara TPID Cilacap dan BI Purwokerto menyediakan stok beras sebanyak 30 ton. ''Kota akan lihat dulu sejauh mana keberhasilan toko TPID ini. Kita akan evaluasi setiap bulan," ucap dia.widiyatno
http://bit.ly/2s2LSdX
January 02, 2019 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2s2LSdX
via IFTTT
0 Comments:
Post a Comment